Bacatrend, Jakarta – Ramai kabar di media sosial yang menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan 70 ribu motor listrik berlogo program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan informasi tersebut tidak benar.

“Jumlah motor listrik yang kami adakan bukan 70 ribu unit, melainkan 25 ribu unit. Dari jumlah itu, realisasi pengadaan mencapai 21.801 unit, dan hingga kini belum didistribusikan,” ujar Dadan.

Motor listrik tersebut, jelas Dadan, bukan untuk dibagikan kepada masyarakat umum, melainkan untuk mendukung operasional program MBG di lapangan. Kendaraan akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai sarana mobilitas. “Motor listrik ini adalah bagian dari anggaran 2025 untuk mendukung program gizi, bukan proyek konsumtif,” tambahnya.

Menurut data yang dihimpun, nilai pengadaan motor listrik mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Hingga kini, unit-unit tersebut masih tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan menunggu proses administrasi sebelum bisa digunakan.









Isu 70 ribu motor listrik sempat memicu kritik publik karena dianggap pemborosan anggaran di tengah tekanan fiskal akibat subsidi energi. Namun, BGN menegaskan bahwa angka tersebut hoaks. “Kami pastikan tidak ada pengadaan sebesar itu. Yang benar hanya 25 ribu unit sesuai kebutuhan operasional,” kata Dadan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi. Meski demikian, pengadaan oleh BGN berbeda dengan program subsidi motor listrik untuk masyarakat yang dikelola Kementerian Perindustrian. Fokus BGN adalah mendukung mobilitas petugas dalam menjalankan program gizi nasional.

Dengan klarifikasi ini, BGN berharap publik tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. “Kami ingin menegaskan bahwa semua pengadaan dilakukan sesuai aturan dan untuk mendukung pelayanan gizi bagi masyarakat,” tutup Dadan.