Delapan Sampel Bangunan Dikumpulkan untuk Selidiki Runtuhnya Musala Al Khoziny
Bacatrend, Surabaya – Penyelidikan penyebab robohnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, mulai dilakukan dengan pengumpulan sejumlah sampel material dari lokasi kejadian. Tim ahli bangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama aparat kepolisian telah mengambil delapan sampel berupa beton dan tulangan untuk diuji secara teknis.
Tim Ahli Bangunan ITS, Mudji Irawan, membenarkan bahwa pengambilan sampel dilakukan oleh pihak Polda Jawa Timur. “Total ada delapan buah beton core drill dan sekitar 20 potong tulangan dengan berbagai diameter,” ujarnya.
Menurut Mudji, seluruh sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk menilai mutu bahan bangunan yang digunakan, seperti kekuatan beton dan ketahanan tulangan besi. Hasil uji ini diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab utama ambruknya musala tiga lantai tersebut.
“Pengujian teknis akan dilakukan setelah seluruh proses evakuasi korban dan pembongkaran puing selesai. Kami dari tim ahli akan memberikan keterangan tambahan setelah itu,” jelasnya.
Mudji menambahkan, proses pembongkaran struktur bangunan ditargetkan rampung pada Senin ini agar seluruh korban yang masih tertimbun bisa segera ditemukan. Adapun pembersihan material reruntuhan diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu.
“Kami maksimalkan hari ini untuk evakuasi. Pembersihan puing kemungkinan butuh waktu sekitar seminggu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa penyelidikan penyebab insiden masih menunggu selesainya proses evakuasi. “Belum dilakukan penyelidikan. Saat ini kami masih fokus pada penanganan korban,” ujarnya.











Tinggalkan Balasan