Drama Miss Papua Pegunungan Tersandung Kibaran Bendera Zionis, DiDepak Pulang!
Bacatrend, JAKARTA – Di balik gemerlap lampu karantina Miss Indonesia 2025, di antara gaun-gaun berkilau dan senyum yang dilatih berbulan-bulan, sebuah video lama muncul ke permukaan—dan seperti api kecil yang menyambar tirai beludru, ia membakar segalanya.
Merince Kogoya, finalis dari Papua Pegunungan, mendadak menjadi pusat badai nasional. Bukan karena gaunnya. Bukan karena pidatonya. Tapi karena sehelai kain biru-putih dengan bintang Daud di tengahnya—bendera Israel—yang ia kibarkan dalam sebuah video dua tahun silam.
Dari Mahkota ke Makar? Video itu viral dalam hitungan jam. Dalam rekaman tersebut, Merince terlihat menari dan mengangkat bendera Israel sambil menuliskan kalimat bernuansa religius: “Giat bagi SION, Setia bagi YERUSALEM, berdiri bagi ISRAEL”. Bagi sebagian orang, itu adalah ekspresi iman. Bagi sebagian besar lainnya, itu adalah pelanggaran fatal terhadap sensitivitas geopolitik Indonesia.
Tak butuh waktu lama. Pada 26 Juni 2025, Merince dipulangkan dari masa karantina, digantikan oleh finalis lain. Mahkota yang belum sempat ia kenakan, kini terasa lebih jauh dari langit Papua.
“Kami menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi,” ujar pihak penyelenggara dalam pernyataan resmi, menanggapi gelombang protes publik.
Tangis di Balik Gaun Malam Merince tak tinggal diam. Dalam unggahan emosional di Instagram, ia menulis: “Perjuangan saya 4 bulan hingga mendapatkan sash Papua Pegunungan… nyawa jadi taruhan, di situasi penembakan kami tetap syuting video profil”. Ia menegaskan bahwa aksinya bukan dukungan politik, melainkan bagian dari keyakinan spiritualnya sebagai pengikut Kristus.
Namun publik tak peduli. Media sosialnya dibanjiri hujatan. Ia dituduh mendukung genosida, dituding pro-Zionis, bahkan diminta meninggalkan agamanya. Dalam salah satu unggahan, ia menulis getir: “Bicara kemanusiaan, tapi orang Papua banyak yang ditembak mati dalam negeri sendiri, memangnya kalian peduli?”











Tinggalkan Balasan