Foto Gigi Korban Runtuhnya Musala Al Khoziny Dibutuhkan untuk Identifikasi
Bacatrend, Surabaya – Proses identifikasi korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny masih dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Foto korban yang menunjukkan struktur gigi pun disebut dibutuhkan untuk membantu proses identifikasi
Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki menyatakan, data sementara, saat ini pihaknya sudah mengidentifikasi sebanyak 10 jenazah.
“Yang 5 teridentifikasi waktu di Sidoarjo. Yang lain di sini yang pertama kemarin 3, terus ditambah 2 berarti total yang sudah teridentifikasi 10. Ini masih berjalan identifikasi terus,” pungkasnya, Senin (6/10).
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengambilan sampel DNA. Sebab, hingga kini jenazah masih berdatangan dari Sidoarjo.
“ini masih berjalan identifikasi terus dan sampel dna saya kirim hari Kamis kami mengambil sampel dna keluarga. kemudian hari Jumat itu kan jenazah yang pada berdatangan ke sini,” pungkasnya.
Dikonfirmasi soal kendala dalam proses identifikasi, Kombes Kusnan mengaku tak ada masalah. Meski demikian, ia berharap ada tambahan informasi seperti foto korban yang kelihatan giginya.
‘Sampai saat ini kita tidak ada kendala. Saya cuman mengharapkan dari keluarga kalau ada tambahan-tambahan informasi sebelum meninggal, seperti mungkin foto yang kelihatan giginya itu sangat bermakna untuk kami,” tegasnya.
Sementara data Basarnas, per Senin (6/10), total korban yang berhasil ditemukan berjumlah 158 orang. Terdiri 104 dalam kondisi selamat, 54 meninggal dunia, 5 di antaranya masih berupa potongan tubuh.
Sedangkan yang belum ditemukan sebanyak 17 orang. Jumlah itu masih akan bisa bertambah karena potongan tubuh yang dievakuasi masih belum bisa teridentifikasi saling berhubungan satu sama lain atau tidak.











Tinggalkan Balasan