Foto Wapres Gibran Nongol Bersanding dengan Pria Bertato, Siapa?
Bacatrend, Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik, bukan karena pidato kenegaraan atau kebijakan strategis, melainkan lewat unggahan foto profil di media sosial pribadinya. Foto formal yang biasanya menampilkan jas dan dasi kini digantikan dengan potret santai: Gibran duduk berdampingan dengan seorang pria plontos bertato, mengenakan kaus oblong, di sebuah warung kopi sederhana.
Sosok pria tersebut bukan selebritas atau pejabat negara, melainkan Koh Asiang, pemilik warung kopi legendaris di Jalan Merapi, Pontianak, Kalimantan Barat. Warung Kopi Asiang telah berdiri sejak 1958 dan dikenal luas karena keunikan sang pemilik yang berjualan tanpa mengenakan baju, serta cita rasa kopi susu dan pisang goreng yang disebut Gibran sebagai “enak banget”.
Momen ini terjadi saat kunjungan kerja Gibran ke Pontianak pada 23 Agustus 2025. Usai meninjau harga bahan pokok di Pasar Flamboyan, Gibran menyempatkan diri singgah di kedai kopi tersebut bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Kehadirannya disambut hangat oleh warga dan tentu saja oleh Koh Asiang sendiri, yang tak segan duduk bersisian dengan orang nomor dua di republik ini.
Tak hanya Gibran, akun Instagram resmi Warung Kopi Asiang juga mengunggah foto yang sama, menandai momen tersebut sebagai bagian dari sejarah kedai yang telah dikunjungi berbagai tokoh nasional. Presiden Joko Widodo tercatat pernah mampir dua kali, pada 2017 dan 2024. Bahkan calon presiden seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan juga pernah singgah, masing-masing membawa cerita dan warna politik yang berbeda.
Namun, unggahan Gibran kali ini terasa berbeda. Ia tidak sedang berkampanye, tidak sedang berpidato. Ia hanya duduk, minum kopi, dan tersenyum bersama seorang warga biasa yang telah menjadi ikon lokal. Dalam era politik yang kerap dipenuhi pencitraan formal, potret ini terasa jujur dan membumi.
“Kopinya enak banget. Sama pisang goreng. Enak-enak banget, kopi susu tadi,” ujar Gibran usai mencicipi sajian khas Koh Asiang.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya foto santai. Tapi bagi warga Pontianak dan penggemar kopi lokal, ini adalah pengakuan: bahwa warung kecil di sudut kota bisa menjadi ruang dialog, tempat pertemuan lintas kelas, dan simbol bahwa pemimpin pun bisa duduk di bangku plastik, menyeruput kopi bersama rakyat.











Tinggalkan Balasan