Bacatrend, Agam — Selasa, 4 November 2025 — Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus pada Selasa pagi sekitar pukul 04.40 WIB. Meski kolom abu tidak terlihat secara visual akibat tertutup kabut tebal, aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf.

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,1 mm dan durasi 32 detik,” ujar Teguh Purnomo, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, dalam keterangannya.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini masih berstatus Waspada (Level II). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.

Aktivitas Masih Tinggi
Erupsi pagi ini merupakan lanjutan dari peningkatan aktivitas vulkanik yang telah terjadi sejak awal bulan. Sehari sebelumnya, Senin (3/11), Gunung Marapi juga mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi 300 meter dan durasi 29 detik.









PVMBG mencatat bahwa Gunung Marapi termasuk salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat. Dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut, gunung ini memiliki sejarah letusan yang cukup sering dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di sekitarnya.

Imbauan Mitigasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat telah mengaktifkan sistem pemantauan dan komunikasi darurat. Warga di sekitar lereng gunung diminta tetap tenang namun waspada, serta menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

“Warga diharapkan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti arahan resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah,” tegas Teguh.