Bacatrend, Lumajang — Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu (19/11/2025) dengan luncuran awan panas sejauh lima kilometer dari puncak kawah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu setinggi 800 meter, berwarna putih hingga kelabu, condong ke arah selatan.

Seismogram merekam amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi hampir dua menit. Dalam sehari, tercatat 146 gempa erupsi. Status Semeru masih berada pada Level II atau Waspada.

“Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, terutama di sektor selatan-tenggara Besuk Kobokan,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, hujan deras pada 5 November memicu banjir lahar dingin di Kecamatan Pasirian, Lumajang. Peristiwa itu mengisolasi 1.211 kepala keluarga, menimbun jalan dengan material vulkanik, serta merusak sekitar 30 hektare lahan pertanian. Dua truk pengangkut pasir dilaporkan terjebak dalam arus.









“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan aparat desa untuk memastikan warga tetap aman. Saat hujan deras, risiko lahar dingin meningkat,” ujar Liswanto.

PVMBG menegaskan, meski status gunung belum naik, intensitas erupsi dan banjir lahar dingin menuntut kewaspadaan ekstra. Warga di sekitar sungai berhulu Semeru diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir lahar saat hujan deras.