Ingat Sapi Belum Makan, Mbah Enjo Minta Pulang Saat Mau Berangkat Haji
Bacatrend, Surabaya – Tingkah laku mbah Enjo pemilik lengkap nama Enjo Endin Parmo ini benar-benar membuat petugas haji kelabakan.
Sebab, pria berumur 70 asal Jenggawah, Jember, Jawa Timur ini tiba-tiba minta pulang ke rumahnya lantaran ingat sapi peliharaannya masih belum dikasih makan rumput.
Hal ini tentu saja membuat petugas haji yang menjaganya geleng-geleng kepala lantaran jemaah haji asal kloter 32 dari Jember ini seakan-akan lupa hendak berangkat haji ke tanah suci.
Tingkah yang dialami oleh mbah Enjo ini rupanya bukan satu-satunya kejadian. Diwaktu yang hampir bersamaan, mbah Achmad Sadin yang juga temannya satu kloter, tiba-tiba juga berlaku hal yang sama.
Sesaat setelah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, ia tiba-tiba saja berlari keluar asrama sambil berteriak-teriak ingin pulang ke rumahnya di Jember, Jawa Timur.
Tingkah pria berumur 90 tahun itu tentu saja membuat petugas yang ada sempat panik menghentikannya keluar asrama. Kedua kakek asal Jember itu pun lalu dibawa kembali ke tempatnya masing-masing.
Ketua Tim (Katim) Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, dr. Mochamad Gesta Robi Farmawan, membenarkan kejadian tersebut. “Satu orang sekarang dirawat di RS Menur, satunya lagi masih kami tangani di klinik Asrama Haji,” ungkap dr. Gesta, Minggu (11/5).
Tim kesehatan akan terus memantau dan memastikan kestabilan kondisi dua jemaah lansia tersebut.
Lebih lanjut, dr. Gesta menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang baru dan adaptasi yang sulit dapat memicu gangguan perilaku pada jemaah haji, terutama lansia.
“Kondisi itu biasanya muncul karena kecemasan yang tidak bisa dikendalikan, lalu jemaah mencari-cari alasan agar bisa pulang,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, meskipun upaya pencegahan sudah dilakukan, kasus seperti ini masih sering terjadi. Oleh karena itu, dr. Gesta menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap jemaah lanjut usia.
Ia juga menegaskan bahwa jemaah dengan kondisi demensia diperbolehkan untuk dibadalkan hajinya.
“Boleh saja hajinya dibadalkan ke anaknya, karena kasihan juga kalau dipaksakan berangkat,” ujarnya.
Dr. Gesta berharap adanya regulasi khusus untuk penanganan jemaah dengan gangguan daya ingat, demi menjaga aspek kemanusiaan.
Hingga Sabtu (10/5) malam, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 30 kloter yang berjumlah 11.381 orang atau sekitar 30 persen dari total 36.845 jemaah haji Embarkasi Surabaya.











Tinggalkan Balasan