Kapolri Bebaskan 16 Tersangka Penjarahan, Unggahan Warga Ungkap Perampokan Brutal Di Swalayan Saat Bencana
Bacatrend, Sibolga — Di tengah keputusan Kapolri membebaskan 16 orang yang sebelumnya diduga melakukan penjarahan saat bencana banjir di Sibolga, sebuah unggahan video di media sosial memicu perhatian publik.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @reset.feeds mengungkap pengalaman traumatis seorang pemilik toko yang menjadi korban penjarahan dan perampokan di Bina Pandan Swalayan, Tapanuli Tengah, pada 29 November 2025 dini hari.
Dalam video tersebut, korban menceritakan bahwa sekitar pukul 00.30 WIB, sekelompok penjarah dan perampok mulai berkumpul di depan swalayan miliknya.
Ia sempat turun dari lantai dua tempat tinggalnya untuk mengingatkan agar warga bersabar karena pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan. Namun imbauan itu tidak dihiraukan. Sekitar 15 menit kemudian, massa berhasil menjebol pintu swalayan dan mulai menggasak barang-barang.
Korban bersama istri, dua anak berusia 17 dan 8 tahun, serta seorang pekerja, segera bersembunyi di kamar lantai dua. Para perampok kemudian naik ke lantai atas dan mencuri sejumlah barang pribadi, termasuk laptop, tablet, jam tangan, sepatu, ponsel, dan sandal.
Sekitar pukul 02.30 WIB, mereka mencoba mendobrak pintu kamar tempat keluarga korban berlindung. Korban dan istrinya menahan pintu sambil berteriak meminta mereka berhenti. Setelah 10 menit gagal masuk, para pelaku akhirnya pergi membawa barang rampasan.
Korban menyebut suasana swalayan saat itu seperti “kapal pecah”, dengan lantai gelap dipenuhi tumpahan minyak dan air, serta banyak sandal tertinggal yang diduga milik pelaku yang terjatuh saat beraksi. Sekitar pukul 03.30 WIB, massa meninggalkan lokasi dalam kondisi toko yang sudah kosong.
Dalam pernyataannya, korban menyesalkan tidak adanya respons dari pihak kepolisian, meskipun laporan telah disampaikan sehari sebelumnya. Ia juga menyampaikan langsung kepada Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya bahwa kejadian tersebut bukan sekadar penjarahan, melainkan perampokan yang mengancam nyawa. Anak korban yang berusia 8 tahun dilaporkan mengalami trauma akibat teriakan dan dorongan saat pelaku berusaha masuk ke kamar.
“Saya menyesalkan tidak adanya respon dari pihak kepolisian padahal sehari sebelumnya sudah saya laporkan dan minta perlindungan. Bahkan setelah kejadian sepertinya pihak Polres Tapanuli Tengah tidak ada respon, semoga kedepan mereka bisa menerima laporan saya,” ujar pembuat video.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Tapanuli Tengah terkait insiden tersebut. Unggahan video tersebut kini ramai dibagikan ulang dan menjadi sorotan di tengah polemik pembebasan para tersangka penjarahan oleh Kapolri.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan seluruh warga yang sempat ditangkap karena menjarah minimarket di Sibolga, Sumatra Utara, saat banjir telah dibebaskan. Polisi menilai aksi tersebut terjadi karena kebutuhan logistik darurat.
“Bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi yang diamankan, semua sudah kita lepas. Kita juga paham saat itu mereka hanya membutuhkan logistik makanan dan saat ini semua sudah dilepas,” jelas Listyo dalam konferensi pers penanganan banjir Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12).
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga mengamankan 16 orang terduga pelaku penjarahan pada Sabtu (29/11/2025). Mereka berusia 17–27 tahun, di antaranya berinisial SS, AZ, ZR, OFH, ART, dan BNH.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, ada 16 orang diamankan Polres Sibolga terkait dugaan penjarahan,” kata Siti kepada wartawan, Senin (1/12/2025).











Tinggalkan Balasan