Bacatrend, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara terkait penyelidikan kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan tewas di kamar indekos kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pernyataannya, Kapolri menegaskan bahwa proses pengungkapan kasus ini membutuhkan waktu karena pihak kepolisian mengedepankan pendekatan yang cermat dan berbasis saintifik.

Menunggu Hasil Forensik Kapolri menyebutkan bahwa penyelidikan masih menunggu hasil dari kedokteran forensik dan laboratorium forensik, yang akan menjadi dasar dalam menyimpulkan penyebab kematian ADP.

“Kami ingin menunggu seluruh hasil tuntas, sehingga semuanya bisa dipadukan dan dipertanggungjawabkan ke publik,” ujar Listyo di Mako Brimob, Depok4.









Kondisi TKP dan Barang Bukti ADP ditemukan dalam posisi terbaring di atas kasur, dengan kepala terlilit lakban kuning dan tubuh tertutup selimut biru. Pintu kamar terkunci dari dalam.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk gulungan lakban, kantong plastik, dompet, serta obat-obatan ringan seperti obat sakit kepala dan lambung5. Sidik jari ADP ditemukan pada permukaan lakban, namun belum dapat dipastikan apakah ia melilitkan lakban sendiri atau ada keterlibatan pihak lain6.

Rekaman CCTV dan Pemeriksaan Saksi Rekaman CCTV menunjukkan ADP sempat keluar kamar pada malam sebelum ditemukan tewas. Polisi telah memeriksa lima saksi, termasuk penjaga kos dan istri korban, serta menganalisis data digital dari perangkat pribadi ADP.

Spekulasi dan Analisis Kriminolog Kriminolog Universitas Indonesia, Haniva Hasna, menyebut kasus ini sebagai “unnatural suicide” atau bunuh diri yang tidak wajar.

Ia menekankan pentingnya arah lilitan lakban sebagai petunjuk, namun menegaskan bahwa kesimpulan akhir hanya bisa diambil setelah hasil forensik lengkap tersedia.

Klasifikasi Peristiwa Masih Ditentukan Kapolri menegaskan bahwa klasifikasi peristiwa—apakah merupakan tindak pidana atau bukan—masih menunggu hasil penyelidikan menyeluruh. “Kami ingin lebih cermat, bukan karena ada kendala, tapi agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya4.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena kejanggalan yang menyelimuti kematian seorang diplomat muda yang dikenal berdedikasi. Kepolisian berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan secara transparan setelah seluruh proses selesai.