Kesal Telepon Tak Diangkat Istri, Ayah di Demak Paksa Anak Minum Air Kloset
Bacatrend, Demak — AUH, bocah lima tahun yang seharusnya masih tenggelam dalam dunia bermain dan pelukan hangat orang tua, justru menjadi korban amarah sang ayah. ENC (31), pria asal Demak, tega menjadikan anak kandungnya sebagai pelampiasan hanya karena panggilan teleponnya tak diangkat oleh sang istri.
Yang lebih memilukan, aksi kekerasan itu direkam sendiri oleh ENC. Video berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan AUH menangis, wajahnya memelas, tubuhnya gemetar. Ia dipukul, dipaksa minum air dari kloset, dan terus diteror oleh suara ayahnya yang penuh kemarahan. Video itu kemudian dikirim ke WhatsApp sang istri, seolah menjadi pesan: “Kalau gak mau angkat videocall, anakmu saya tampar.”
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 21 Juli 2025. ENC membawa AUH ke Jepara, menginap di masjid Mlongo karena kemalaman, lalu melanjutkan perjalanan ke Pecangaan. Di sanalah, di tepi jalan, kekerasan itu terjadi. Tak ada yang tahu pasti apa yang berkecamuk di benak ENC saat itu. Tapi satu hal jelas: amarahnya membutakan naluri seorang ayah.
Wakapolres Demak, Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, mengungkap bahwa ENC marah karena istrinya tidak merespons panggilan telepon. “Pelaku sengaja merekam aksi kekerasan terhadap anaknya dan mengirimkannya sebagai bentuk ancaman,” ujar Hendrie.
Dari hasil penyelidikan, ENC diketahui mengalami kecanduan judi slot online. Ia juga kerap merasa cemburu terhadap istrinya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Kombinasi antara kecanduan, kecemburuan, dan ketidakstabilan emosional membuatnya kehilangan kendali.
Setelah video itu viral dan memicu kemarahan publik, ENC sempat melarikan diri. Namun polisi bergerak cepat dan menangkapnya di Jepara pada 22 Juli 2025. AUH kini dalam perlindungan dan telah menjalani pemeriksaan medis serta psikologis. Sementara ENC dijerat pasal kekerasan terhadap anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.











Tinggalkan Balasan