Bacatrend, JAYAPURA — Kericuhan hebat pecah usai pertandingan final play-off promosi antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (9/5) sore. Kekalahan 0-1 yang dialami tim berjuluk Mutiara Hitam memicu amuk massa hingga puluhan kendaraan dibakar dan dirusak.

Aksi brutal terjadi di sekitar stadion sesaat setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan. Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, kobaran api tampak melahap sejumlah kendaraan, sementara massa berlarian di area parkir dan jalan sekitar stadion.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan total terdapat 37 kendaraan yang mengalami kerusakan maupun terbakar dalam insiden tersebut.

“Ranmor roda 6 yang rusak/terbakar tiga unit, roda 4 yang terbakar atau rusak 25 unit, roda 2 yang rusak atau terbakar sembilan unit,” ujarnya.









Kendaraan yang terbakar terdiri dari truk, mobil pribadi hingga sepeda motor. Sejumlah bangkai kendaraan tampak hangus seperti “dipanggang” di lokasi kejadian akibat amukan massa yang diduga kecewa atas kegagalan Persipura kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Pertandingan sendiri berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal laga. Persipura yang tampil di hadapan puluhan ribu pendukung mendapat tekanan besar untuk menang demi mengamankan tiket promosi. Namun, Adhyaksa FC berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 yang langsung membungkam Stadion Lukas Enembe.

Kekalahan itu memicu ledakan emosi sebagian suporter. Aparat keamanan yang berjaga langsung bergerak melakukan pengamanan dan membubarkan massa untuk mencegah kerusuhan meluas.

Hingga Jumat malam, aparat kepolisian masih melakukan pendataan kerusakan serta penyelidikan terkait pelaku pembakaran dan perusakan kendaraan. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kericuhan ini kembali menjadi catatan kelam sepak bola Indonesia, terutama dalam pengamanan pertandingan berisiko tinggi yang melibatkan basis suporter besar dan fanatik.