Bacatrend, Sidoarjo – Di bawah kolong jembatan kawasan Gedangan, Sidoarjo, seorang pria bernama Achmad Yusuf Afandi (32) berjuang mempertahankan hidup bersama anaknya yang masih berusia 11 bulan.

Beralaskan terpal lusuh dan berselimut kain tipis, mereka bertahan di tempat yang jauh dari layak, menghadapi dingin malam dan bising kendaraan yang melintas di atas kepala mereka.

Kisah Yusuf dan anaknya menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun @najib_spbu, Yusuf terlihat menggendong anaknya di tempat yang minim fasilitas. Ia mengaku hanya makan sekali dalam seminggu agar tetap bisa membeli susu untuk anaknya.









“Sudah nggak ada biaya buat kos, buat susu anak aja sampai harus nahan lapar. Aku seminggu cuma makan sekali, itu pun biar susu anak tetap ada,” ujar Yusuf, Jumat (30/5).

Yusuf bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kehilangan sosok yang selama ini menjadi sandaran hidupnya. Istrinya meninggal dunia setelah sakit berkepanjangan, meninggalkan Yusuf seorang diri mengurus anak mereka.

Dengan tubuh lelah, ia pernah mengayuh sepeda menuju RSUD Sidoarjo sambil menggendong anaknya dan menopang tubuh sang istri yang tak sadarkan diri. Namun, takdir berkata lain.

“Istri saya meninggal di rumah sakit. Saya bawa jenazahnya ke Jember, dimakamkan di sana,” bisiknya lirih.

Sejak saat itu, Yusuf benar-benar sendiri. Tak ada lagi tawa perempuan yang dulu menguatkan, hanya suara gemeretak rel kereta di atas jembatan yang tiap malam menemani.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Sosial, Satpol PP, dan instansi terkait melakukan evakuasi terhadap Yusuf dan anaknya pada Kamis (29/5).

“Kami evakuasi bersama dinas sosial provinsi, PPPA Jatim, Satpol PP, dan tim perlindungan anak di Jalan Monginsidi,” kata Kristian Yudi Arianto, Plt KUPT PP/Rehsos Dinsos Sidoarjo.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena Yusuf keberatan jika harus dipisahkan dari anaknya. Menurut aturan, anak balita seharusnya mendapat penanganan khusus dari Dinsos provinsi di tempat berbeda, namun Yusuf bersikeras ingin tetap bersama anaknya.

“Kita mediasi dulu karena bayinya kan porsinya provinsi, biar fasilitasnya lengkap di sana. Tapi bapaknya nggak mau dipisah, mintanya tetap bareng anaknya,” jelas Kristian.

Kisah Yusuf yang viral akhirnya mempertemukan kembali dirinya dengan keluarga yang telah lama kehilangan kontak dengannya. Naziatul Lailah, kakak kandung Yusuf, mengaku baru mengetahui bahwa adiknya tinggal di Sidoarjo setelah melihat video yang tersebar di TikTok.

“Mas Yusuf itu pergi dari Mojokerto udah lama banget, belasan tahun. Dulu pamitnya merantau cari kerja. Tahu-tahu ada video viral, dikasih tahu saudara, saya lihat, loh itu adek saya,” kata Naziatul.

Naziatul berencana membawa Yusuf kembali ke Jombang agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Selain itu, seorang dermawan bernama Najib, yang pertama kali menemukan Yusuf, berencana membantunya membuka bengkel motor di Jombang.

Kini, Yusuf dan anaknya berada dalam perlindungan Dinsos Sidoarjo sambil menunggu proses pemulangan ke keluarga.

Pemerintah daerah juga memastikan bahwa mereka akan mendapatkan bantuan yang diperlukan untuk memulai kehidupan baru.

Kisah Yusuf bukan sekadar potret kemiskinan, tetapi juga cermin dari kekuatan cinta seorang ayah. Di balik tubuh kurus dan wajah lelahnya, tersembunyi jiwa baja yang tak pernah berhenti berjuang.