Kodam Brawijaya Kerahkan Personel Amankan Kejaksaan di Jatim
Bacatrend, Surabaya – Kodam V/Brawijaya menurunkan pasukan untuk memperkuat pengamanan di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se-Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang independen serta upaya menjaga keamanan institusi kejaksaan di berbagai daerah.
Apel kesiapan pasukan digelar pada Rabu (9/7/2025), dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. Kegiatan tersebut diikuti unsur gabungan dari berbagai matra TNI, mulai dari Kodam, Koarmada, Pasmar, hingga Lanud di wilayah Jatim.
“Apel ini untuk memastikan kesiapan personel dan alat pendukung dari seluruh satuan TNI yang akan dikerahkan dalam mendukung pengamanan Kejaksaan,” ujar Pangdam Rudy dalam arahannya.
Ia menegaskan bahwa Kodam V/Brawijaya menyiagakan satu SST (Satuan Setingkat Peleton) berjumlah sekitar 30 personel untuk bertugas di Kejaksaan Tinggi Jatim.
Sementara itu, tiap Kejaksaan Negeri akan didukung oleh satu SSR (Satuan Setingkat Regu) yang terdiri dari 10 personel. Namun jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.
Keterlibatan TNI dalam pengamanan ini didasarkan pada arahan resmi dari pimpinan militer, yakni melalui Telegram Panglima TNI Nomor 422 Tahun 2025 dan Surat Telegram Kasad Nomor 1192 Tahun 2025. Kodam V/Brawijaya juga akan segera menjalin kerja sama resmi dengan Kejati Jatim sebagai tindak lanjut teknis pengamanan.
“Ini bukan pengambilalihan tugas penegakan hukum, melainkan bentuk sinergi dan dukungan untuk memastikan institusi hukum dapat bekerja tanpa tekanan eksternal,” tegas Pangdam Rudy.
Kepala Kejati Jatim, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., menyambut langkah Kodam Brawijaya dengan positif. Ia menilai pengamanan dari unsur TNI dapat memperkuat pelaksanaan hukum yang mandiri dan tidak terpengaruh oleh intimidasi.
“Dukungan ini sangat berarti, karena keamanan menjadi faktor penting agar aparat Kejaksaan bisa bekerja secara tenang dan obyektif. Namun perlu ditegaskan, kehadiran TNI bukan bentuk campur tangan, melainkan untuk menjaga marwah institusi hukum,” kata Kuntadi.
Ia juga menambahkan bahwa penempatan pasukan akan dilakukan secara selektif, menyesuaikan dengan tingkat eskalasi di tiap daerah. “Kalau ada situasi yang membutuhkan pengamanan ekstra, maka dukungan dari TNI akan diberikan secara proporsional,” tambahnya.
Apel gelar pasukan ini mencerminkan komitmen kuat antara Kodam V/Brawijaya dan Kejaksaan untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan menjamin bahwa proses hukum di Jawa Timur berlangsung secara adil dan tanpa tekanan.











Tinggalkan Balasan