Mata Kanan dan Tato di Tangan Ungkap Identitas Korban KM Virgo Transport 8 asal Tulungagung
Bacatrend, TULUNGAGUNG — Kondisi mata kanan dan tato di tangan menjadi petunjuk yang membantu petugas memastikan identitas Sukardi (51), korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Setelah dinyatakan hilang sejak kapal tersebut mengalami kecelakaan pada 13 September 2026, kernet truk asal Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, itu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-27 pencarian.
Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menjelaskan bahwa keterangan keluarga mengenai ciri fisik Sukardi berperan dalam proses pengenalan jenazah. Dua tanda khusus pada tubuh korban menjadi petunjuk untuk mencocokkan identitasnya.
“Sukardi memiliki ciri khas. Berdasarkan keterangan keluarga, Sukardi memiliki cacat mata sebelah kanan dan tato di tangan,” kata Reni, Sabtu (10/10/2026).
Kabar ditemukannya Sukardi membawa kesedihan mendalam bagi keluarganya. Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika jenazah korban tiba. Penantian keluarga yang sebelumnya berharap Sukardi kembali dengan selamat berakhir dengan kabar kematian.
Sebelum peristiwa nahas tersebut, Sukardi berangkat menuju Banjarmasin bersama Danil Iswahyudi (40), tetangganya yang bekerja sebagai sopir truk. Mereka membawa muatan berupa drum kosong dan mesin pembuat batako yang dipesan oleh PT Pertamina.
Keduanya bukan sekadar tinggal berdekatan. Sukardi dan Danil telah menjalani pekerjaan pengiriman barang bersama selama kurang lebih satu dekade. Dalam perjalanan tersebut, Sukardi bertugas sebagai kernet, sedangkan Danil mengemudikan truk.
“Korban diketahui merupakan kenek truk sedangkan tetangganya sopir, saat ini tetangganya bernama Danil Iswahyudi belum ditemukan,” ujar Reni.
Truk yang mereka gunakan berada di dalam KM Virgo Transport 8 saat kapal itu tenggelam di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Sejak kejadian tersebut, kedua warga Tulungagung itu masuk dalam daftar orang yang dilaporkan hilang.
Setelah melalui proses pencarian selama 27 hari, Sukardi berhasil ditemukan dan identitasnya dipastikan. Namun, nasib Danil masih belum diketahui. Keluarganya terus menunggu informasi mengenai keberadaan pria yang memiliki seorang istri dan tiga anak tersebut.
Selain memperhatikan proses pemulangan jenazah, Dinsos Tulungagung menyiapkan langkah untuk membantu keluarga Sukardi menghadapi dampak psikologis dan ekonomi akibat kehilangan anggota keluarga yang selama ini bekerja sebagai kernet truk.
Reni mengatakan pihaknya berencana menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis. Dukungan spiritual juga dipertimbangkan, terutama bagi istri dan anak-anak korban yang mengalami tekanan emosional setelah peristiwa tersebut.
Dinsos turut membuka kemungkinan menyalurkan bantuan sosial maupun memberikan dukungan kewirausahaan. Berdasarkan hasil pendataan, keluarga Sukardi tercatat dalam kelompok desil II.
“Kami bisa bantu lewat bantuan sosial atau kewirausahaan. Karena istri korban selama ini murni sebagai ibu rumah tangga, kami juga berencana melakukan pendampingan psikis dan spiritual kepada anak dan istri korban,” tutur Reni.
Sementara itu, keluarga Danil masih menyimpan harapan agar keberadaan kepala keluarga mereka segera diketahui. Hingga Sabtu (10/10/2026), Danil belum ditemukan setelah menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 bersama Sukardi.












Tinggalkan Balasan