Bacatrend, Jakarta – PDI Perjuangan melakukan perombakan besar terhadap susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini disebut sebagai bagian dari konsolidasi internal menjelang Pemilu 2029, sekaligus penyesuaian terhadap aturan organisasi yang melarang rangkap jabatan antara pengurus pusat (DPP) dan daerah.

Salah satu tokoh yang mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD adalah Said Abdullah, yang sebelumnya memimpin PDIP Jawa Timur. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut bukan bentuk pemecatan, melainkan penataan struktural agar pengurus bisa lebih fokus menjalankan tugas masing-masing.

“Saya sendiri telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Ibu Ketua Umum. Ini bukan pemecatan, tapi penataan agar pengurus bisa lebih fokus,” ujar Said dalam keterangan tertulis.

Selain Jawa Timur, perombakan juga terjadi di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Bengkulu. Tokoh-tokoh senior seperti Bambang Wuryanto (Pacul), Olly Dondokambey, dan Maria Yohana Esti Wijayanti tidak lagi menjabat sebagai ketua DPD di wilayah masing-masing. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari DPP mengenai siapa yang akan menggantikan posisi mereka.









Di Lampung, perubahan struktur juga berlangsung. Posisi Sekretaris DPD yang sebelumnya dijabat oleh Mingrum Gumay kini digantikan oleh Sutono. Nama-nama baru turut diperkenalkan, termasuk Donald Harris Sihotang yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital.

Langkah perombakan ini memunculkan beragam interpretasi di kalangan publik. Sebagian menilai sebagai upaya regenerasi kepemimpinan, sementara lainnya mengaitkan dengan dinamika politik internal menjelang pemilu. Said Abdullah menanggapi spekulasi tersebut dengan menegaskan bahwa keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tetap berlandaskan mekanisme organisasi.

“Bagi publik yang tidak mengetahui duduk perkaranya, hal itu bisa menimbulkan persepsi yang salah, seolah-olah Ibu Mega bertindak otoriter,” tambahnya.

Meski belum diumumkan secara terbuka siapa saja pengganti para ketua DPD yang diganti, sumber internal menyebut bahwa proses seleksi telah mempertimbangkan kapasitas kader muda, latar belakang profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan elektoral lima tahun ke depan.

Perombakan ini dinilai sebagai simbol transisi internal partai, yang berupaya memperkuat akar organisasi sekaligus membuka ruang bagi pembaruan kepemimpinan. Dalam konteks visual, langkah ini dapat divisualisasikan sebagai pohon partai yang dipangkas dan ditata ulang agar tumbuh lebih sehat dan berdaya saing.