Bacatrend, Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menegaskan bahwa kelancaran pelayanan di pelabuhan tidak hanya bergantung pada kesiapan operasional, tetapi juga pada pengelolaan kapasitas tampung kendaraan di darat.

Group Head Sekretaris Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas buffer area untuk menampung kendaraan sebelum naik ke kapal.

Buffer area yang sebelumnya hanya mencakup Lapangan A dan Lapangan R2 kini diperluas hingga ke Lapangan Dermaga 001 dan Lapangan Helipad. Perluasan ini memungkinkan distribusi kendaraan lebih merata, mengurangi kepadatan, dan memperlancar arus keluar masuk pelabuhan. “Dengan adanya tambahan buffer area, kendaraan dapat tertata lebih baik sehingga proses pelayanan menjadi lebih lancar,” ujar Ali.

Data terbaru menunjukkan sejumlah pelabuhan mencatat aktivitas tertinggi. Untuk arus penumpang, Pelabuhan Tanjung Pinang menjadi yang tersibuk dengan 177.959 orang, disusul Tanjung Balai Karimun (133.700 orang), Tanjung Perak (116.353 orang), Ambon (77.689 orang), dan Makassar (68.072 orang). Sementara itu, untuk kendaraan, Tanjung Perak mencatat arus tertinggi dengan 33.041 unit, diikuti Banten (30.634 unit), Lembar (20.390 unit), Balikpapan (12.692 unit), dan Tanjung Wangi (9.112 unit).









Apresiasi datang dari pengguna jasa. Nani, pengendara sepeda motor asal Tangerang yang hendak menyeberang ke Sumatra, menyebut pelayanan Pelindo terasa sigap dan nyaman. “Pelayanannya keren, terlihat para petugas sigap, membuat saya merasa nyaman,” ungkapnya.

Ali menambahkan bahwa selain memperluas buffer area, Pelindo juga terus melakukan koordinasi intensif dengan stakeholder kepelabuhanan. Hal ini memastikan setiap proses pelayanan berjalan terkendali, baik untuk penumpang maupun kendaraan. “Terima kasih kepada seluruh pihak dan stakeholder atas kolaborasi dan kerja sama yang sangat baik dalam membantu dan mendukung kelancaran pelayanan,” pungkas Ali.

Dengan strategi ini, Pelindo menegaskan bahwa pengelolaan kapasitas tampung kendaraan melalui buffer area menjadi kunci utama kelancaran pelayanan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan kepelabuhanan nasional.