Bacatrend, Jakarta — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengumumkan perombakan jajaran direksi dan komisaris perusahaan. Langkah ini dilakukan melalui keputusan pemegang saham, yakni Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham seri A dwiwarna dan PT Danantara Asset Manajemen sebagai pemegang saham seri B.

Dalam pengumuman resmi, pemegang saham memutuskan pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, hingga pengangkatan anggota direksi baru. Salah satu poin penting adalah penghapusan jabatan Wakil Direktur Utama, yang selama ini menjadi bagian dari struktur manajemen Pelindo.

Meski demikian, Arif Suhartono tetap dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama. Sejumlah nama juga ditetapkan untuk mengisi kursi direksi lainnya, antara lain Boy Robyanto sebagai Direktur Manajemen Risiko, Putut Sri Muljanto sebagai Direktur Operasi, Drajat Sulistyo sebagai Direktur Komersial, Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur SDM dan Umum, Bachtiar Soeria Atmadja sebagai Direktur Keuangan, Hosadi Apriza Putra sebagai Direktur Pengembangan Usaha, serta Muhammad Suriawan Wakan sebagai Direktur Teknik.

Pada jajaran komisaris, pemegang saham menetapkan Agus Suhartono sebagai Komisaris Utama, dengan Suntana sebagai Wakil Komisaris Utama. Selain itu, Arief Poyuono dan Elwi Danil resmi masuk dalam daftar komisaris baru Pelindo.









Perubahan susunan manajemen ini disebut sebagai upaya memperkuat kinerja bisnis Pelindo dan menyederhanakan struktur organisasi agar lebih responsif menghadapi tantangan industri pelabuhan.

Namun, masuknya sejumlah nama dengan latar belakang politik juga memunculkan sorotan publik terkait aspek tata kelola dan independensi perusahaan pelat merah tersebut.