Pemilik 22 Kg Kokain yang Terdampar di Pantai Madura Diburu Polisi
Bacatrend, Surabaya – Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur tengah memburu pihak yang diduga sebagai pemilik puluhan kilogram kokain yang ditemukan di pesisir wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. Barang haram dengan berat bersih sekitar 22,2 kilogram itu sebelumnya ditemukan dalam kondisi terdampar di kawasan pantai dan kini menjadi fokus penyelidikan intensif aparat.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan, pengungkapan ini tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata. Pihaknya kini mengarahkan upaya untuk mengidentifikasi jaringan yang berada di balik peredaran kokain tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan sindikat internasional.
“Awalnya, tim melakukan uji cepat menggunakan alat narcotest dan terindikasi positif narkotika. Namun, saya melihat ada keanehan karena bentuk dan cirinya tidak seperti sabu yang biasa kami temukan. Oleh karena itu, saya langsung memimpin tim dari Dittipidnarkoba Polda Jatim berangkat ke Sumenep menggunakan helikopter untuk memastikan jenis barang haram tersebut,” ungkap Irjen Pol Nanang, Kamis (16/4).
Penemuan paket kokain ini bermula dari laporan warga yang menemukan sejumlah bungkusan mencurigakan di area pantai.
Setelah ditindaklanjuti oleh aparat setempat, dilakukan penyisiran yang menghasilkan temuan puluhan paket dengan kondisi sebagian masih utuh dan sebagian lainnya telah tersebar akibat terjangan arus laut.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pengujian mendalam, dipastikan bahwa isi paket tersebut merupakan kokain murni. Nilai ekonominya pun diperkirakan sangat besar, mencapai ratusan miliar rupiah jika merujuk harga pasar gelap.
Polisi menduga paket-paket tersebut merupakan bagian dari pengiriman melalui jalur laut yang mengalami gangguan, sehingga hanyut dan terdampar di pesisir Madura. Indikasi ini diperkuat oleh kondisi kemasan yang rusak serta tanda-tanda paparan air laut dalam waktu cukup lama.
“Mengingat barang bukti tersebar di beberapa titik dengan jarak yang berjauhan dan kemasannya ada yang sobek, kami menduga masih ada kemungkinan paket lain yang terbawa arus atau tenggelam.
Oleh karena itu, hingga saat ini kami masih memerintahkan personel dari Polairud beserta peralatan pendukung untuk melakukan pencarian di perairan sekitar guna memastikan tidak ada lagi barang haram yang tersisa,” tegas Kapolda.
Seiring dengan proses pencarian tambahan di laut, penyidik juga mulai menelusuri pola distribusi dan kemungkinan jalur masuk narkotika tersebut ke perairan Indonesia. Wilayah kepulauan di Sumenep dinilai strategis namun rentan disalahgunakan sebagai lintasan penyelundupan.
Kepolisian membuka kemungkinan bahwa barang tersebut merupakan bagian dari jaringan besar lintas negara yang memanfaatkan jalur laut sebagai rute distribusi. Hingga kini, identitas pemilik maupun pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses pendalaman.












Tinggalkan Balasan