Bacatrend, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi warga yang terdampak tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Langkah ini diwujudkan melalui pendampingan psikologis bagi anak-anak dan keluarga korban, khususnya yang berasal dari Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, melakukan kunjungan takziah ke empat rumah duka di Surabaya. Mereka menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum Daul Milal, Reza Syafai Akbar, Ahmad Rijalul Haq, dan Agus Ubaidilah.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Eri menyoroti ketegaran luar biasa dari para orang tua yang kehilangan anaknya. Ia juga mengisahkan tekad seorang kakak korban yang tetap ingin melanjutkan pendidikan di pondok yang sama setelah proses pembangunan selesai.

“Keinginan untuk kembali menuntut ilmu di pondok menunjukkan semangat luar biasa dari anak-anak kita. Ini harus kita dukung,” ujar Eri.









Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akan memberikan pendampingan psikologis kepada sekitar 20 anak yang mengalami luka atau trauma akibat insiden tersebut.

“Kami akan mendampingi anak-anak yang terdampak agar kondisi mental mereka pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tegas Eri.

Ia juga mengimbau masyarakat Surabaya untuk tidak memperburuk kondisi psikologis para korban dengan menyebarkan informasi yang dapat memicu trauma. Menurutnya, dukungan moral dan lingkungan yang aman sangat penting dalam proses pemulihan.

“Mari kita jaga bersama suasana hati anak-anak kita. Yang terbaik saat ini adalah saling menguatkan,” tuturnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam memastikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan emosional para korban.