Bacatrend, ACEH UTARA — Suasana haru mewarnai upaya penanganan bencana banjir besar di Aceh Utara ketika seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Aceh tak mampu menahan tangis saat menyampaikan kondisi terkini wilayah terdampak. Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Selasa (2/12).

Dalam laporan yang disampaikan dengan suara bergetar, petugas itu menggambarkan kondisi memilukan yang hingga kini masih berlangsung. Ia menyebutkan bahwa puluhan jenazah belum dapat dievakuasi karena seluruh akses menuju lokasi terisolasi akibat banjir.

“Anak bayi kami, lansia kami, semua jenazah kami sudah tidak bisa diangkut,” ujarnya dalam video tersebut.

Banjir yang melanda Aceh Utara sejak beberapa hari terakhir menyebabkan lumpuhnya akses jalan, jembatan, serta padamnya jaringan komunikasi di sejumlah titik.









Kondisi ini menghambat proses evakuasi dan distribusi logistik. Data BPBD menyebutkan ribuan warga terpaksa mengungsi dan tersebar di sedikitnya 35 titik pengungsian.

Selain terputusnya jalur darat, derasnya arus air dan luapan sungai turut menyulitkan pencarian korban.

Sejumlah warga dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang pria berusia 27 tahun yang terseret arus saat melintas di area persawahan. Sementara itu, fasilitas vital seperti rumah sakit juga terdampak. Seluruh pasien di RS PIM dievakuasi setelah area sekitar bangunan ikut terendam banjir.

Petugas BPBD dalam video tersebut menyampaikan bahwa bantuan hanya dapat masuk melalui jalur air karena seluruh akses darat tertutup. Ia meminta masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk turut mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air bersih, alat bertahan hidup, serta dukungan transportasi air untuk menembus wilayah terendah yang masih terisolasi.

Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, SAR, TNI/Polri, relawan, dan warga setempat terus melakukan upaya evakuasi dan penyaluran bantuan. Pemerintah daerah dan pusat juga diminta mempercepat pembukaan akses bantuan serta memperkuat dukungan logistik, mengingat kondisi pengungsi dan korban di lapangan masih sangat memprihatinkan.

Banjir besar yang melanda Aceh Utara ini menjadi salah satu bencana dengan dampak terparah dalam beberapa tahun terakhir, memaksa ribuan warga kehilangan rumah, akses, dan layanan dasar. Pemerintah diharapkan segera mengerahkan bantuan tambahan untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak.