Bacatrend, Jombang — Warga Dusun Karangtengah, Desa Johowinong, Mojoagung, mendadak diguncang kengerian. Bau busuk yang menyelinap dari balik pintu rumah kontrakan rupanya menuntun pada sebuah fakta mengerikan: sesosok mayat pria membusuk, terbaring kaku di dalam kamar, diduga telah tersimpan selama 40 hari.

Lebih mengejutkan lagi, sang istri, Fauziah Prihatiningsih (47), menyerahkan diri ke polisi. Ia mengakui telah membunuh Haji Lukman (45)—suami sirinya—dan menyimpan jasadnya di kamar rumah kontrakan mereka.

Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menetapkan Fauziah sebagai tersangka tunggal. Ia dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal: hukuman mati.

“Tersangka terbukti melakukan perencanaan. Mulai dari membeli racun hingga mempersiapkan waktu dan cara mengeksekusi,” ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, Kamis (26/6).









Menurut penyidikan, rangkaian rencana dimulai sejak 11 Mei, ketika Fauziah membeli racun tikus dan tujuh butir potasium sianida (potas). Dua hari kemudian, ia mencampurkan empat butir potas ke dalam botol air minum yang biasa digunakan korban tiap pagi.

Botol itu kemudian diberikan kepada Lukman. Tak lama setelah meneguknya, tubuh pria itu langsung melemas—diracun dari dalam. Dalam kondisi sekarat, Fauziah memindahkan tubuh korban dari dapur ke kamar, bahkan sempat meminta bantuan seorang saksi, sembari berdalih bahwa suaminya hanya sedang mabuk.

Tiga botol lainnya—yang juga telah terkontaminasi racun—langsung dibakar tak jauh dari rumah, dalam upaya menghapus jejak. Namun sisa pembakaran masih ditemukan di lokasi kejadian saat olah tempat perkara dilakukan.

Diketahui, warga Dusun Karangtengah, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur digegerkan dengan adanya temuan mayat yang sudah membusuk di dalam rumah kontrakan. Mirisnya, mayat tersebut tersimpan di dalam sebuah kamar rumah kontrakan itu diduga sudah ada sekitar 40 hari lamanya. Sang penghuni rumah sekaligus istri korban menyerahkan diri ke polisi dengan alasan telah melakukan pembunuhan terhadap suaminya.