Sentil Orang Kaya Pakai PBI BPJS , Menkes: Masak Gak Mau Bayar Rp42 Ribu
Bacatrend, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti temuan adanya peserta BPJS Kesehatan dari kelompok ekonomi teratas (Desil 10) yang masih tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Segmen PBI merupakan peserta yang iurannya ditanggung negara dan diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu.
Budi menyatakan pemerintah akan melakukan peninjauan ulang data kepesertaan. Proses review dan sosialisasi akan dijalankan BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah dalam tiga bulan ke depan.
“Dalam tiga bulan ini akan di-review dan disosialisasikan oleh BPJS dan pemda bahwa, ‘hei, Anda kan sebenarnya Desil 10, sangat mampu. Ayo bayarlah BPJS kan Rp 42.000. Masa tidak bisa bayar Rp 42.000, orang Desil 10?’,” ujar Budi.
Menurut Budi, langkah tersebut bertujuan memastikan kuota PBI benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. “Supaya porsinya dia bisa diisi oleh teman-teman yang benar-benar tidak mampu,” katanya.
Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 1.824 peserta dari Desil 10 yang masih terdaftar sebagai PBI. Temuan ini muncul seiring pembaruan dan sinkronisasi basis data sosial-ekonomi pemerintah, termasuk transisi ke sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah menegaskan penataan data tidak akan mengganggu layanan kesehatan bagi peserta yang sedang menjalani pengobatan, khususnya untuk kasus penyakit katastropik. Selama masa transisi, peserta yang statusnya ditinjau ulang tetap dijamin memperoleh akses layanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program PBI BPJS Kesehatan saat ini menanggung sekitar 96,8 juta peserta.
Pemerintah menyatakan evaluasi kepesertaan dilakukan untuk meningkatkan akurasi sasaran bantuan sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).












Tinggalkan Balasan