Tak Lagi Temukan Tanda Kehidupan Korban Bangunan Runtuh Ponpes Al Khoziny, Alat Berat Mulai Disiapkan
Bacatrend, Sidoarjo – Tanda-tanda kehidupan dari korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo disebut sudah mulai tidak lagi terlihat. Untuk melakukan upaya percepatan evakuasi, penggunaan sejumlah alat berat pun mulai dipertimbangkan.
Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, upaya pencarian sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari belum membuahkan hasil. Berbagai metode mulai dari isyarat verbal hingga penggunaan sound detector tidak menemukan adanya respon dari korban.
“Sampai dini hari, tim tidak mendapatkan respon tanda kehidupan dari korban. Untuk itu, kami siapkan opsi penggunaan alat berat, meski saat ini pencarian masih dilakukan manual sampai golden time berakhir,” ujarnya.
Meski demikian, keputusan penggunaan alat berat akan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban. Rapat koordinasi lanjutan dengan stakeholder terkait akan digelar untuk memastikan setiap langkah evakuasi berjalan aman dan tepat.
“Semua proses harus hati-hati. Kami tetap prioritaskan keselamatan tim di lapangan, sekaligus menghormati keberadaan korban yang masih ada di dalam reruntuhan,” tambah Nanang.
Diketahui, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk, Senin (29/9) sore.
Saat kejadian, diketahui ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.
Selama tiga hari operasi pencarian, hingga Rabu (1/10) malam, terdapat 108 orang korban telah dievakuasi. Dari jumlah itu, lima di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Semantara 103 lainnya dipastikan selamat namun mengalami luka-luka. Diperkirakan masih ada puluhan orang yang terjebak di reruntuhan.











Tinggalkan Balasan