Teror Dibalik Gerbang Rumah Mewah, Majikan Paksa ART Makan Kotoran Anjing!!!
Bacatrend, BATAM – Di balik kemegahan pagar tinggi dan taman-taman asri Perumahan Bukit Golf Residence, tersimpan kisah kelam yang mengejutkan seantero Batam. R, seorang penghuni kawasan elite ini, resmi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan brutal oleh Polresta Barelang, Kepulauan Riau. Ia bukan hanya mencoreng nama perumahan mewah, tetapi juga memperlihatkan wajah gelap kekuasaan atas mereka yang lemah.
Semuanya bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial: tubuh seorang asisten rumah tangga (ART) muda, sebut saja Intan (22), tampak penuh lebam dan luka. Wajahnya pucat, matanya kosong seolah ingin berteriak tapi tak mampu lagi.
Publik geram, desakan datang dari mana-mana. Polisi bergerak cepat: R dan M, sang suami, langsung ditetapkan sebagai tersangka sehari setelah laporan masuk.
Tak hanya sekali, sejak Juni 2024, Intan disebut jadi bulan-bulanan amarah majikannya. Pukulan, tendangan, hingga dipaksa memakan kotoran binatang, semua dilaporkan terjadi di rumah yang tampak megah tapi nyatanya menjadi “neraka kecil” bagi sang ART. Bahkan, kesalahan sekecil lupa menutup kandang anjing jadi dalih untuk melancarkan kekerasan.
“Jika anjing berkelahi, saya yang disalahkan. Saya dipukul pakai raket nyamuk, kursi, dan disiram air,” lirih pengakuan Intan saat ditemui di RS Elisabeth, tempatnya kini dirawat dengan luka di sekujur tubuh.
Polisi menyita sejumlah barang yang seolah jadi properti film thriller: raket nyamuk, serokan sampah biru, ember plastik oranye, kursi lipat, hingga buku catatan “dosa” Intan.
Setiap barang menjadi saksi bisu kebiadaban di balik tembok mewah. “Ini bukan sekadar kasus KDRT. Ini bentuk penyiksaan manusia oleh manusia,” tegas Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian.
R kini menghadapi ancaman Pasal 44 ayat (2) UU Penghapusan KDRT juncto Pasal 55 KUHP, dengan pidana maksimal 10 tahun penjara serta denda hingga Rp30 juta. Sementara itu, masyarakat Batam dan sekitarnya menuntut keadilan ditegakkan tanpa pandang status sosial.
“Jangan biarkan uang atau status perumahan elite melindungi pelaku kekerasan,” kata seorang aktivis perempuan Batam, penuh amarah.
Kasus ini menguak bahwa di balik dinding rumah mewah, bisa tersembunyi kekejaman tak terbayangkan. Warga Bukit Golf Residence, yang biasanya hidup dalam ketenangan, kini harus menelan kenyataan pahit: rumah megah bukan jaminan hati penghuninya seindah fasadnya.











Tinggalkan Balasan