Tujuh Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya
Bacatrend, Surabaya – Upaya tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur dalam mengenali para korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, kembali menunjukkan hasil. Sebanyak delapan kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi, terdiri atas tujuh jenazah dan satu bagian tubuh (body part).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, tujuh korban dinyatakan cocok dengan data antemortem yang diserahkan oleh pihak keluarga.
“Tim DVI Polda Jatim telah melakukan proses identifikasi terhadap delapan kantong jenazah. Dari hasil pemeriksaan, tujuh di antaranya menunjukkan kecocokan dengan data keluarga,” ujar Khusnan saat memberikan keterangan di Mapolda Jatim, Senin (6/10).
Berikut nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim:
• Moh. Royhan Mustofa (17), warga Jl KH. Syadhali, Makhdi, RT 1 RW 2, Kelurahan Banyuayuh, Kamal, Bangkalan.
• Abdul Fattah (18), warga Asem Manunggal.
• Wasiyur Rohib (17), warga Jl Gayungan 8 Gg Mawar 14/53, Surabaya.
• Muhammad Aziz Pratama Yudistira (16), asal Kampung Pulo Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat.
• Moh. Dafin (13), warga Jl Banowati Selatan 11/20, RT 007 RW 001, Bulu Lor, Semarang.
• Muhammad Ali Rahbini (19), warga Dusun Plasah, Birem, Tambelang, Sampang.
• Sulaiman Hadi (15), asal Morleke, Kolla Modung, Bangkalan.
Hasil rekonsiliasi menunjukkan dua kantong jenazah bernomor PM RSB B033 dan B034 ternyata merupakan bagian tubuh dari satu korban, yakni Moh. Dafin, setelah proses pencocokan antara hasil postmortem dan data keluarga menunjukkan kesesuaian.
KABID DVI Polri Kombes Pol Wahju Hidajati mengungkapkan bahwa sebagian besar jenazah tidak dalam kondisi utuh, namun pencocokan tetap dapat memastikan identitas setiap korban.
“Sebagian jenazah ditemukan dalam kondisi terpisah antara tubuh dan anggota badan lainnya, tetapi hasil pemeriksaan memastikan bahwa bagian-bagian tersebut berasal dari orang yang sama,” jelasnya.
Dengan penambahan hasil identifikasi ini, total 17 korban telah berhasil dikenali dari 59 kantong jenazah yang diterima tim DVI sejak awal proses evakuasi. Saat ini, tim DVI masih melanjutkan pemeriksaan data antemortem, postmortem, serta uji DNA untuk memastikan seluruh korban dapat diidentifikasi secara menyeluruh.











Tinggalkan Balasan