Tunjukkan Senpi, Pria Ngaku Ring Satu Istana Intimidasi Warga
Bacatrend, DEPOK – Sebuah video berdurasi singkat mengguncang jagat media sosial pada akhir Juni 2025. Di dalamnya, seorang pria berbaju ungu tampak bersitegang dengan warga di kawasan Rangkapan Jaya Lama, Depok. Bukan sekadar adu argumen biasa—pria tersebut mengaku sebagai bagian dari “ring satu Istana” dan bahkan memperlihatkan benda yang diduga senjata api dari balik bajunya.
Peristiwa ini terjadi di area bekas Rumah Pemotongan Hewan (RPH), lokasi yang kini menjadi titik panas sengketa lahan antara warga dan pihak-pihak yang belum jelas legalitasnya. Dalam video yang viral, pria itu terdengar berkata, “Saya juga orang pemerintah, saya ring satunya Istana sebenarnya. Ini buktinya saya punya begini,” sambil menyibak bajunya dan menunjukkan benda mencurigakan sebagai mana dikutip dari video akun Instagram @depokterkini.
Warga yang berada di lokasi sontak panik. Beberapa mencoba menenangkan situasi, sementara yang lain merekam kejadian tersebut sebagai bukti. Aksi pria itu dinilai arogan dan mengintimidasi, terlebih karena ia mengklaim memiliki kekuasaan yang tak lazim dalam konteks sipil.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, telah mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal. Hingga kini, identitas pria tersebut belum terungkap, dan kepemilikan senjata api yang ditunjukkan masih dalam proses verifikasi hukum.
Kejadian ini memantik diskusi luas di ruang publik. Banyak yang mempertanyakan bagaimana seseorang bisa dengan mudah mengklaim kedekatan dengan lingkar kekuasaan dan menggunakan hal itu untuk menekan warga sipil. Tak sedikit pula yang menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kepemilikan senjata api ilegal di tengah masyarakat.
Di tengah ketegangan itu, satu hal menjadi jelas: intimidasi atas nama kekuasaan, apalagi yang dibumbui dengan simbol-simbol negara, adalah ancaman serius terhadap rasa aman warga. Dan ketika kamera ponsel menjadi saksi, publik pun tak lagi diam.











Tinggalkan Balasan