Bacatrend, Mojokerto — Warga Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, digegerkan oleh penemuan puluhan potongan tubuh manusia yang tercecer di semak belukar di tepi Jalan Raya Pacet–Cangar. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu pagi dan langsung memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.

Penemuan pertama dilakukan oleh Suliswanto (30), warga setempat, saat mencari rumput untuk ternaknya. Ia mengira potongan daging yang ditemukan berasal dari hewan liar. Namun, saat melangkah lebih jauh, ia menemukan bagian kaki manusia. “Tadi mencari rumput di bawah situ, terus saya menemukan (potongan kecil) daging, jarak sekitar dua meter ke arah timur ada potongan kaki,” ujarnya kepada wartawan.

Suliswanto juga mengaku seminggu sebelumnya sempat menemukan potongan kecil daging berambut di lokasi yang sama, namun ia mengabaikannya karena mengira itu sisa hewan dari kawasan hutan Tahura Raden Soerjo.

Tim dari Polres Mojokerto bersama Unit Inafis dan Tim K9 Polda Jatim segera melakukan penyisiran di lokasi. Hasilnya, ditemukan total 65 potongan tubuh manusia, terdiri dari jaringan otot, lemak, kulit kepala, kaki kiri, dan pergelangan tangan kanan. Potongan telapak kaki kiri berukuran sekitar 21 cm x 9 cm, sementara tangan kanan berukuran 16 cm x 10 cm. Kulit kepala ditemukan lengkap dengan rambut hitam lurus sepanjang 14 cm.









“Ditemukan potongan tubuh manusia total 63 buah jaringan, ukuran 17 cm x 17 cm berupa jaringan otot, lemak dan kulit kepala. Rambut hitam lurus panjang sekitar 14 cm. Selain itu, ditemukan juga potongan kaki kiri dan pergelangan tangan kanan,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama.

Potongan tubuh tersebut ditemukan dalam radius 100–200 meter dari jalur penyelamat Sendi 1, tanpa pembungkus, diduga kuat dibuang dari atas jalan raya. Seluruh potongan tubuh telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Porong untuk proses identifikasi dan otopsi.

Identitas korban akhirnya berhasil diungkap setelah tim gabungan menemukan bagian tangan kiri korban dan memindai sidik jarinya menggunakan alat Mambis. “Kita baru mendapat petunjuk identitas korban setelah ditemukan pergelangan tangan,” kata Fauzy. “Sekitar pukul 19.00 WIB, kita mendapat identitas korban,” tambahnya.

Korban diketahui bernama Tiara Angelina Saraswati (25), warga Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, yang selama ini tinggal di Surabaya. Ia merupakan lulusan S1 Manajemen dari Universitas Trunojoyo dan diketahui jarang berkomunikasi dengan keluarganya di Lamongan. “Tidak banyak informasi yang dapat diberikan oleh pihak keluarga. Karena korban dan keluarganya jarang berkomunikasi, mungkin ada satu dan lain hal yang tidak kami ketahui,” terang Fauzy.

Sementara itu, polisi telah menangkap terduga pelaku mutilasi di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, membenarkan penangkapan tersebut. “Iya benar,” ujarnya singkat melalui pesan singkat.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa korban dan pelaku tinggal bersama di rumah kontrakan sejak April 2025 dan mengaku sebagai pasangan suami istri siri. Bahkan, korban dikabarkan sedang hamil sebelum kejadian tragis itu terjadi. “Usianya sekitar 25 tahun, laki-laki. Sepertinya baru ngontrak di sini,” kata salah satu warga.

Penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum merilis secara resmi identitas pelaku maupun motif pembunuhan. “Besok kita release ya,” ujar Kapolres Mojokerto.