Amarah Ayah di Yogya Berujung Penembakan Pedagang Layangan
Bacatrend, Yogya – Sore itu, langit Yogyakarta masih cerah ketika suara gaduh memecah ketenangan Lapangan Minggiran. Seorang pria tergeletak bersimbah darah, luka menganga di kaki dan lengannya.
Video yang merekam detik-detik setelah insiden itu langsung menyebar di media sosial, memicu gelombang kemarahan dan keprihatinan.
Korban adalah seorang pedagang layangan, yang sehari-hari menjajakan dagangannya di lapangan tempat anak-anak bermain dan langit dipenuhi warna-warni benang.
Menurut keterangan Kapolsek Mantrijeron Kompol Kusnaryanto, insiden bermula dari hilangnya barang dagangan korban. Ia menuduh seorang anak mencuri senar layangan miliknya. Tuduhan itu memicu kemarahan sang anak, yang kemudian melapor kepada ayahnya. Tak lama berselang, sang ayah datang ke lapangan, membawa airsoft gun. Tanpa banyak bicara, ia menembakkan peluru plastik ke arah pedagang tersebut, mengenai beberapa bagian tubuhnya2.
Korban mengalami luka terbuka di lengan kiri dan mata kaki kanan, dan kini dirawat di RS Pratama Yogyakarta. Pelaku, berinisial DAJ (32), warga Suryodiningratan, langsung diamankan oleh pihak kepolisian bersama barang bukti senjata airsoft gun4.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu tak bisa menyembunyikan keterkejutan. “Baru kali ini lihat orang ditembak gara-gara layangan,” ujar seorang saksi mata. Di media sosial, komentar mengalir deras. Banyak yang menyayangkan tindakan kekerasan yang dipicu oleh konflik sepele, dan menuntut penegakan hukum yang tegas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kemarahan yang tak terkendali bisa berubah menjadi tragedi. Di tengah hiruk-pikuk kota budaya, senar layangan yang putus ternyata bisa menyeret seseorang ke ujung peluru. Polisi kini mendalami motif dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Sementara itu, Lapangan Minggiran kembali sunyi, menyisakan jejak darah dan trauma yang belum kering.











Tinggalkan Balasan