Amarah yang Membakar, Tragedi di Srimulyo, Bantul
Bacatrend, Bantul – Di sebuah sudut desa yang biasanya tenang, Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul, api berkobar bukan hanya di atas sepeda motor, tetapi juga di hati seorang pria yang terbakar amarah.
UU (28), seorang warga setempat, tak mampu menahan emosinya setelah ditegur oleh sang adik, MJ (25), karena menyetel musik terlalu keras.
Teguran sederhana itu berubah menjadi ledakan emosi, yang berujung pada peristiwa yang mengejutkan warga sekitar.
Saat itu, suasana tenang rumah keluarga UU berubah drastis. MJ hanya meminta kakaknya mengecilkan volume musik, karena sang ibu sedang sakit dan membutuhkan ketenangan.
Namun, bagi UU, teguran itu terasa seperti serangan terhadap harga dirinya. Tanpa pikir panjang, ia mengambil sebatang kayu dan menghantam kepala MJ.
Perkelahian pun tak terhindarkan.
Warga yang mendengar keributan segera melerai keduanya. MJ memilih pergi ke rumah saudaranya, berharap suasana mereda. Tetapi UU belum selesai.
Dengan sabit di tangan, ia menyusul MJ, menantang duel di depan warga. Amarahnya belum padam—dan tak ada yang bisa menghentikannya.
Setelah gagal memancing perkelahian, UU kembali ke rumah. Namun, dendamnya masih membara. Ia mengambil bensin, menyiram sepeda motor milik MJ, dan menyalakan api.
Dalam hitungan detik, si jago merah melahap kendaraan itu, lalu merambat ke dapur rumah, menghanguskan dua motor, satu sepeda lipat, dua mesin jahit, dan perabotan dapur.
Total kerugian mencapai Rp50 juta, tetapi lebih dari itu, kehangatan keluarga yang dulu ada kini berubah menjadi abu.
Setelah kejadian, kepala dusun setempat segera turun tangan. Mediasi dilakukan, dan akhirnya UU menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Jika ia melanggar, ia siap menerima sanksi adat, termasuk diusir dari kampung dan menghadapi hukum yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa amarah yang tak terkendali bisa menghancurkan lebih dari sekadar benda—ia bisa menghanguskan hubungan, merusak kepercayaan, dan meninggalkan luka yang sulit disembuhkan.











Tinggalkan Balasan