Bacatrend, Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan mutasi sejumlah pejabat struktural di lingkungan Kejaksaan sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja institusi.

Salah satu pejabat yang dimutasi adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk. Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-347/C/04/2026 tanggal 13 April 2026, posisi Danke digantikan oleh Edmond Novvery Purba, yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Nias Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya mutasi tersebut. “Benar (ada mutasi),” ujarnya. Ia menambahkan bahwa mutasi merupakan hal lumrah dalam sebuah institusi, termasuk promosi maupun demosi.

“Untuk Karo Saudari Danke dimutasi diagonal, artinya dia tidak dalam jabatan struktural tapi dalam jabatan fungsional untuk saat ini. Dan hal tersebut juga biasa terjadi di Kementerian/Lembaga,” jelas Anang.









Mutasi Danke Rajagukguk tidak lepas dari sorotan publik terkait kasus videografer Amsal Sitepu yang sempat viral. Dalam kasus tersebut, Kejagung memeriksa Danke bersama sejumlah jaksa lain, termasuk Kasipidsus Kejari Karo Reinhard Harve Sembiring dan jaksa Wira Arizona. “Benar, terhadap Kajari Karo, Kasipidsus dan para Kasubsi atau JPU terkait penanganan perkara Amsal Sitepu tersebut saat ini sudah ditarik tim dari Kejaksaan Agung untuk dilakukan klarifikasi dan di-examinasi nantinya terhadap mereka oleh internal Kejaksaan Agung,” kata Anang.

Langkah mutasi ini menunjukkan adanya upaya Kejagung untuk menjaga integritas institusi dan merespons isu yang berkembang di masyarakat. Mutasi diagonal Danke ke jabatan fungsional menandakan bahwa Kejagung tidak hanya melakukan rotasi rutin, tetapi juga menyesuaikan posisi pejabat dengan dinamika internal dan kebutuhan organisasi.

Kasus Amsal Sitepu sendiri menjadi ujian transparansi bagi Kejaksaan, karena publik menyoroti dugaan adanya kejanggalan dalam penanganan perkara. Dengan mutasi ini, Kejagung berusaha menegaskan komitmen terhadap akuntabilitas dan pengawasan internal.

Mutasi pejabat seperti Danke Rajagukguk sekaligus memperlihatkan pola pembinaan karier di Kejaksaan, di mana rotasi, promosi, maupun demosi dilakukan untuk menjaga profesionalisme aparat penegak hukum. Publik kini menunggu hasil klarifikasi dan pemeriksaan internal terhadap kasus yang menyeret nama Kajari Karo, sebagai bagian dari akuntabilitas institusi.