Jejak Mayat Perempuan Dalam Drum di Kali Cisadane
Bacatrend, Tangerang — Sungai Cisadane yang biasanya menjadi tempat warga menebar harapan kini berubah menjadi saksi bisu tragedi. Sebuah drum plastik biru mengambang pelan di aliran air, menyimpan rahasia kelam yang tak seorang pun menduga: mayat perempuan muda, tubuhnya terlipat tak wajar, kepalanya di bawah, kakinya menyembul dari permukaan drum seolah meminta pertolongan yang tak pernah datang.
Dua pemancing yang awalnya hanya ingin mencari ikan malah menemukan kematian. Ketika mendekat, mereka dikejutkan oleh bau busuk menyengat dan pemandangan yang akan menghantui mereka selamanya.
Dalam drum itu, jasad perempuan berpakaian kaos hitam tanpa celana, kulitnya telah membusuk oleh waktu dan air, namun masih menyisakan tanda-tanda kehidupan: tahi lalat di bibir dan kawat gigi yang menjadi petunjuk kecil siapa dirinya dahulu.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menyebutkan adanya luka di sekujur tubuh, termasuk patah tulang, yang mengarah pada indikasi kekerasan. Bukti-bukti yang ditemukan, termasuk sehelai sprei dan drum tertutup, menggambarkan narasi yang suram—bahwa tubuh ini mungkin telah bertarung, bersuara, sebelum akhirnya tenggelam dalam keheningan.
Tim forensik dari RSUD Kabupaten Tangerang sedang melakukan identifikasi dan autopsi guna mengungkap penyebab kematian serta identitas korban. Sidik jari dan teknologi pengenalan wajah sedang diolah. Namun, waktu telah merusak banyak petunjuk. Tiga hingga empat hari terombang-ambing dalam drum plastik telah menyamarkan jejak terakhirnya.
Ini bukan sekadar laporan kriminal. Ini adalah potongan kehidupan yang hilang, cerita yang terputus di tengah bab, dan sungai yang membawa lebih dari sekadar aliran air—ia membawa luka, rahasia, dan jeritan yang tenggelam.











Tinggalkan Balasan