Kronologi Praja IPDN Meninggal Saat Masa Diksar
Bacatrend, SUMEDANG — Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menyampaikan klarifikasi resmi terkait kematian Maulana Izzat Nurhadi, calon praja angkatan XXXVI asal Maluku Utara, yang meninggal dunia usai mengikuti apel malam di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (9/10/2025) lalu.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi IPDN, Arief M. Edie, menjelaskan bahwa Maulana meninggal akibat henti jantung, bukan karena kekerasan atau kelelahan ekstrem. “Penyebabnya hanya lemas, dan dari dokter mengatakan henti detak jantung,” ujar Arief dalam konferensi pers di kampus IPDN, Jumat (10/10).
Maulana sempat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra) yang digelar pukul 22.00 WIB. Usai apel malam, ia mengeluhkan kondisi tubuh yang lemas dan segera dibawa ke Kamar Sakit Asrama (KSA) untuk pemeriksaan awal. Menurut Arief, hasil pemeriksaan di KSA tidak menunjukkan tanda-tanda medis yang mencurigakan. “Tensi dan pemeriksaan lainnya normal. Setelah itu, Maulana dirujuk ke RS Unpad,” jelasnya.
Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, Maulana dinyatakan meninggal dunia di RS Unpad. IPDN menegaskan bahwa tidak ada unsur kekerasan dalam insiden ini dan menyatakan bahwa kampus telah menerapkan kebijakan “zero kekerasan” dalam seluruh kegiatan pendidikan dasar.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Maulana, yang dikenal sebagai sosok muda bersemangat mengikuti pendidikan pemerintahan. Pihak IPDN juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur kesehatan dan pengawasan kegiatan fisik selama masa Diksar.












Tinggalkan Balasan