Bacatrend, JAKARTA — Politikus Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, akhirnya muncul di hadapan publik setelah rumahnya di Jalan Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah oleh sekelompok massa beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan dengan warga sekitar, Sahroni menyampaikan secara langsung kronologi dan kondisi saat insiden terjadi.

Dalam video yang beredar di media sosial, Sahroni tampak mengenakan kemeja putih dan celana jeans, berdiri di tengah kerumunan warga. Ia menceritakan bahwa saat massa mulai merangsek ke rumahnya, ia berusaha mencari jalan keluar melalui rumah tetangga. “Saya mau lewat tangga di sana, ternyata itu rumah Pak Haji. Kebetulan malam itu, saat saya menginjak gentengnya, bunyi. Jadi saya urungkan niat, lalu kembali ke rumah Pak Haji Dhani. Di rumah Pak Haji Dhani itu ada tangga menuju ke bawah, kebetulan orangnya belum ada,” ujar Sahroni.

Ia mengaku sempat panik dan tidak menyangka rumahnya akan menjadi sasaran penjarahan. Menurut keterangan warga dan Ketua RT setempat, massa mulai berkumpul sejak pagi dan merusak pintu rumah sebelum membawa kabur berbagai barang berharga. Di antara barang yang dijarah adalah kulkas, mesin cuci, pakaian, koleksi patung Iron Man, serta kendaraan mewah yang terparkir di garasi.

Sahroni juga menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memperkeruh suasana dan memilih untuk menenangkan diri sebelum akhirnya muncul di hadapan publik. “Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya alami, agar kita semua bisa belajar dari kejadian ini,” katanya.









Pihak kepolisian masih menyelidiki motif dan pelaku penjarahan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait jumlah kerugian maupun identitas pelaku yang telah diamankan. Sahroni berharap proses hukum berjalan transparan dan masyarakat tetap menjaga ketertiban.

Kemunculan Sahroni di tengah warga dinilai sebagai langkah positif untuk membangun kembali komunikasi dan kepercayaan dengan lingkungan sekitar. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap tinggal di Tanjung Priok dan tidak akan meninggalkan rumahnya meski sempat menjadi korban penjarahan.