Nestapa Pencuri Labu, Demi Beri Makan Sang Ibu Malah Tewas Dianiaya
Bacatrend, Cianjur — Niat sederhana seorang anak untuk menyajikan dua buah labu siam sebagai hidangan berbuka bersama ibunya yang renta berusia 90 tahun, justru berujung tragedi memilukan. MI (56), warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tewas setelah diduga dianiaya oleh UA (41), pemilik kebun, usai dipergoki mengambil labu tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 17.00 WIB. MI yang tengah berpuasa diduga mengambil dua buah labu siam dari kebun UA. Namun aksinya diketahui sang pemilik kebun yang kemudian mengejar hingga ke depan rumah korban. Di sana, penganiayaan terjadi.
“Kejadiannya tepat di depan saya. Tersangka secara membabi buta menganiaya kakak saya. Saya hanya bisa melerai karena takut jadi sasaran emosi,” kata Cucum Suhenda (55), adik korban, dengan suara bergetar.
Usai dipukul dan ditendang, MI sempat muntah, mengeluh pusing, lalu pingsan. Dua hari kemudian, ia meninggal dunia. Jenazah sempat diautopsi di RSUD Sayang, Cianjur, sebelum dimakamkan di pemakaman umum dekat rumahnya.
“Sangat sedih, perbuatan almarhum ini karena terpaksa. Buah labu itu untuk dimasak dan dimakan bersama ibu saat buka puasa. Karena, saat kejadian almarhum juga tengah puasa,” lanjut Cucum.
Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menegaskan UA telah ditetapkan sebagai tersangka. “Mengetahui buah labunya dicuri, tersangka kemudian mengejar hingga ke depan rumah korban dan langsung melakukan penganiayaan dengan cara memukul dan menendang hingga korban mengalami luka di kepala dan wajah,” ujarnya.
Nestapa pencuri labu siam ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. MI yang hanya ingin berbagi hidangan sederhana dengan ibunya, justru kehilangan nyawa akibat amarah yang tak terkendali. Tragedi ini menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara keterpaksaan hidup dan kekerasan yang berujung maut.












Tinggalkan Balasan