Bacatrend, Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, merakit bom secara mandiri dengan panduan dari internet. Temuan ini memperkuat kekhawatiran akan potensi radikalisasi dan kekerasan yang dipicu oleh akses bebas terhadap konten ekstrem di dunia maya.

Direktur Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyatakan bahwa pelaku mengakses berbagai tutorial daring untuk merakit bom rakitan. “Dirakit sendiri dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” ujarnya, Selasa (11/11).

Lebih jauh, hasil penelusuran digital menunjukkan bahwa pelaku aktif mengunjungi forum-forum di dark web yang menampilkan konten kekerasan ekstrem, termasuk video pembunuhan, kecelakaan perang, dan aksi brutal lainnya. Aktivitas ini terdeteksi melalui jejak digital yang dianalisis oleh tim Densus 88.

Ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut menyebabkan puluhan siswa terluka, dengan beberapa korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa 55 orang terdampak, satu di antaranya menjalani operasi serius.









Kasus ini menyoroti tantangan besar dalam pengawasan konten digital dan perlindungan anak dari paparan kekerasan daring. Densus 88 menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat, sekolah, dan keluarga untuk mencegah radikalisasi dan tindakan ekstrem yang berawal dari dunia maya.