Tangisan Bocah 8 Tahun Disiram Air Keras, Jeritan Keluarga Menggema
Bacatrend, Palembang – Sabtu sore yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi mimpi buruk bagi MA, bocah berusia 8 tahun di Palembang. Saat sedang mencari belut di dekat rumahnya di Jalan KH Wahid Hasyim, Seberang Ulu II, ia didatangi oleh tetangganya sendiri, ML. Tanpa kata, tanpa peringatan, ML menyiramkan cairan berbahaya ke tubuh mungil MA. Cairan itu ternyata air keras. Seketika kulit bocah itu melepuh, rasa perih menjalar, dan jeritan kecilnya mengguncang suasana.
MA yang tak pernah menaruh curiga pada tetangganya berlari pulang dengan tubuh penuh luka. Ibunya, FT (32), terperanjat melihat kondisi anaknya. “Anak saya disiram air keras waktu cari belut dekat rumah, pelakunya tetangga kami sendiri,” ucap FT dengan suara bergetar, matanya tak kuasa menahan air mata. Sang ibu segera membawa MA ke rumah sakit, berharap pertolongan medis bisa menyelamatkan buah hatinya dari luka yang begitu parah.
Kejadian ini sontak membuat warga sekitar geger. Bagaimana mungkin seorang tetangga yang dikenal baik tega melakukan tindakan sekejam itu? Motif pelaku masih misterius, namun dampaknya nyata: seorang bocah harus menanggung luka bakar di sekujur tubuhnya, sementara keluarga diliputi trauma mendalam.
Polisi bergerak cepat setelah laporan masuk. Saksi-saksi diperiksa, pelaku diamankan, dan kasus ini menjadi sorotan luas. Publik mendesak agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. “Kami ingin pelaku dihukum setimpal, jangan sampai ada anak lain yang jadi korban,” kata seorang warga dengan nada geram.
Peristiwa ini bukan sekadar kasus kriminal, melainkan tragedi kemanusiaan. Luka fisik MA mungkin bisa diobati, tetapi luka batin akibat pengkhianatan dari orang yang dikenalnya sendiri akan sulit sembuh. Jeritan kecilnya saat disiram air keras kini menjadi simbol betapa rapuhnya perlindungan anak di lingkungan kita.












Tinggalkan Balasan