Bacatrend, Cianjur – Warga Kampung Cihaur, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, diguncang kabar duka. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, berinisial MAA, ditemukan tewas tergantung di kusen pintu kamar rumah neneknya. Ia diduga mengakhiri hidupnya dengan menggunakan tali sepatu.

Korban yang masih duduk di kelas V SD itu tinggal berdua bersama sang nenek. Tubuhnya pertama kali ditemukan oleh neneknya sendiri pada Rabu sore, 22 Oktober 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.

Pihak keluarga mengaku sangat terkejut dan tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. “Kami heran, karena sebelumnya tidak menunjukkan gelagat apa-apa,” ujar TF (43), paman korban, Jumat (24/10).

Kapolsek Ciranjang AKP Yuddi Suharjo membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami motif di balik peristiwa ini. “Kami masih melakukan penyelidikan dan menggali keterangan dari keluarga serta lingkungan sekitar,” ujarnya.









Dugaan awal, korban mengalami tekanan psikologis atau depresi, meski belum ada bukti kuat yang mengarah ke penyebab pasti. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi, termasuk sang nenek.

Peristiwa ini membuka kembali urgensi soal kesehatan mental anak-anak dan pentingnya pengawasan emosional di lingkungan keluarga.

Di tengah minimnya akses layanan psikologis di daerah, kasus seperti ini menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi batin anak-anak.