Bacatrend, Jakarta — Stasiun televisi Trans7 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, atas tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai menyinggung kehidupan pesantren dan para kiai. Tayangan tersebut sebelumnya memicu kecaman dari berbagai kalangan, termasuk PBNU dan masyarakat Nahdliyin.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada HM. Adibussholeh, pengasuh PP Putri Hidayatul Mubtadiaat Lirboyo, Trans7 menyatakan penyesalan atas keteledoran dalam proses editorial yang menyebabkan tayangan tersebut lolos tanpa penyuntingan yang memadai. Pihak Trans7 mengakui bahwa konten berasal dari pihak eksternal dan tidak melalui proses sensor internal yang ketat.

Production Director Trans7, Andi Chairil, juga menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi yang diunggah di kanal YouTube dan Instagram resmi Trans7. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada KH. Anwar Manshur, keluarga besar pesantren, para pengasuh, santri, dan alumni atas dampak yang ditimbulkan oleh tayangan tersebut.

“Kami sangat menyesal atas tayangan yang telah melukai perasaan keluarga besar pesantren dan masyarakat Nahdliyin. Kami berkomitmen untuk memperbaiki sistem editorial agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Andi dalam video klarifikasi.









Permintaan maaf tersebut datang setelah gelombang protes publik dan seruan boikot terhadap Trans7 ramai di media sosial. Tagar #BoikotTrans7 sempat menjadi tren sebagai bentuk solidaritas terhadap pesantren dan ulama.