Uang Bansos Diminta Anak, Tak Dikasih, Ibu Dianiaya
Bacatrend, Pangkalpinang – Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, suasana yang seharusnya penuh kasih berubah menjadi tragedi. Rusmiati (63), seorang ibu yang dikenal ramah oleh tetangganya, menjadi korban penganiayaan berat oleh anak kandungnya sendiri, M (42).
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/12/2025) lalu. Menurut keterangan polisi, pelaku menganiaya ibunya karena kesal permintaan uang tidak dipenuhi. Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang AKP Singgih Aditya Utama menjelaskan, pelaku mengetahui sang ibu baru saja menerima bantuan sosial dari pemerintah.
“Pelaku menganiaya korban lantaran kesal tidak diberikan uang oleh korban. Sebelumnya pelaku mengetahui bahwa ibunya baru saja menerima uang bantuan sosial dari pemerintah,” kata Singgih.
Bagi warga sekitar, kabar ini mengejutkan sekaligus menyedihkan. Rusmiati yang dikenal sabar harus menjalani perawatan medis akibat luka serius. “Kami tidak menyangka, karena selama ini Bu Rusmiati orangnya baik,” ujar seorang tetangga.
Kasus ini bukan sekadar catatan kriminal. Ia mencerminkan fenomena sosial yang lebih luas: kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu oleh faktor ekonomi. Banyak lansia di Indonesia masih menjadi tumpuan anak-anak mereka, bahkan ketika mereka sendiri hidup dengan keterbatasan. Ketika permintaan tidak terpenuhi, konflik bisa berubah menjadi tragedi.
Kini, M telah ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun bagi Rusmiati, luka yang ditinggalkan bukan hanya fisik, melainkan juga batin. Bagaimana seorang ibu menerima kenyataan bahwa anak yang dibesarkannya justru menjadi pelaku kekerasan terhadap dirinya?
Tragedi di Kacang Pedang ini menjadi pengingat bahwa rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, bukan arena kekerasan. Ia menegaskan pentingnya dukungan sosial, edukasi keluarga, dan perlindungan hukum bagi lansia agar mereka tidak lagi menjadi korban di ruang yang seharusnya melindungi mereka.












Tinggalkan Balasan