Bacatrend, Jakarta – Biji semangka, yang selama ini kerap dibuang sebagai limbah buah, ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber nutrisi alami. Sejumlah studi dari dalam dan luar negeri mengungkap bahwa biji kecil ini mengandung zat gizi penting yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, sistem imun, hingga metabolisme tubuh.

Dalam laporan yang dirilis oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, ekstrak etanol biji semangka menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 antara 50–100 μg/mL. Ini menandakan kemampuannya dalam menangkal radikal bebas yang berperan dalam penuaan dini dan penyakit degeneratif.

Data dari USDA mencatat bahwa dalam 28 gram biji semangka terkandung sekitar 8 gram protein, 13 gram lemak sehat, serta mineral penting seperti magnesium (146 mg), zat besi, zinc, dan fosfor. Kandungan ini menjadikan biji semangka sebagai camilan sehat yang mendukung fungsi jantung, memperkuat tulang, dan menjaga daya tahan tubuh.

“Biji semangka mengandung magnesium yang berperan dalam relaksasi pembuluh darah dan menjaga ritme jantung. Ini sangat relevan untuk masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya pencegahan penyakit kardiovaskular,” ujar dr. Rina Kartika, peneliti nutrisi dari Surabaya.









Selain itu, biji semangka juga mengandung serat tidak larut yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Kandungan zinc dan protein di dalamnya turut memperkuat sistem imun dan mendukung pertumbuhan rambut serta regenerasi sel.

Cara konsumsi biji semangka pun cukup fleksibel. Masyarakat dapat memanggangnya seperti kuaci, menumbuknya menjadi bubuk untuk campuran smoothie, atau mengolahnya menjadi tepung sebagai bahan makanan alternatif.

Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang mendukung, biji semangka berpotensi menjadi bagian dari kampanye pangan fungsional lokal. Para ahli gizi dan pelaku industri makanan sehat mulai melirik biji semangka sebagai bahan baku baru yang murah, mudah didapat, dan kaya manfaat.

“Ini bukan sekadar tren, tapi peluang untuk mengedukasi publik bahwa pangan lokal punya kekuatan besar bila diolah dengan pendekatan ilmiah,” tambah Rina.

Sebagai langkah awal, sejumlah komunitas pangan sehat di Jawa Timur mulai mengadakan lokakarya pengolahan biji semangka dan edukasi gizi berbasis bahan lokal. Harapannya, biji semangka tak lagi dianggap remeh, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.