Bacatrend, Jakarta – Meski terkenal dengan bau menyengat seperti kentut, daun simbukan justru menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang tak banyak diketahui orang. Di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera, daun ini kerap dijadikan lalapan tradisional atau bahan jamu warisan leluhur.

Daun simbukan, yang dikenal juga dengan nama Paederia foetida, mengeluarkan aroma kuat saat diremas atau dipotong. Meski aromanya membuat sebagian orang enggan mencicipinya, manfaat kesehatannya justru membuat tanaman ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari menu harian.

“Biasanya kami makan mentah sebagai lalapan. Memang baunya agak menyengat, tapi khasiatnya bagus buat perut,” ujar Bu Warti, warga Klaten yang rutin mengonsumsi simbukan saat makan siang.

Tanaman ini mengandung minyak atsiri, flavonoid, dan senyawa sulfur yang bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, masuk angin, hingga melancarkan pencernaan. Tak heran jika simbukan kerap diandalkan sebagai obat alami saat perut terasa begah atau mual.









Selain dikonsumsi langsung, daun simbukan juga sering digunakan sebagai obat luar untuk mengatasi gatal-gatal, luka ringan, dan pembengkakan. Caranya cukup dengan menumbuk daunnya dan menempelkannya ke bagian kulit yang sakit.

Peneliti herbal dari Yogyakarta, dr. Hadi Suprapto, menyebutkan bahwa daun simbukan memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi.

“Bau menyengat itu berasal dari senyawa sulfur. Justru senyawa itulah yang berperan penting dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh,” jelasnya.

Meski begitu, penggunaan daun simbukan tetap harus diperhatikan. Sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan, terutama bagi ibu hamil atau penderita gangguan lambung tertentu.

Di balik baunya yang unik, daun simbukan nyatanya menyimpan potensi besar sebagai herbal alami. Mungkin tak banyak orang yang berani mencobanya pada gigitan pertama, tapi bagi yang sudah terbiasa, simbukan justru menjadi teman makan yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.