Bacatrend, Jakarta – Jeruk purut (Citrus hystrix), tanaman khas Asia Tenggara yang dikenal lewat aroma segar daunnya, ternyata menyimpan beragam manfaat kesehatan yang mulai dibuktikan secara ilmiah. Berbagai studi menunjukkan bahwa bagian daun, kulit, dan buah jeruk purut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, minyak atsiri, vitamin C, tanin, dan saponin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Penelitian dari Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research (2023) mengungkap bahwa minyak atsiri jeruk purut memiliki aktivitas antioksidan tinggi, dengan potensi sebagai bahan baku kosmetik dan obat herbal. Sementara itu, studi dari Institut Kesehatan Helvetia (2025) menyebutkan bahwa ekstrak kulit jeruk purut mampu merusak membran sel bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, menjadikannya kandidat kuat sebagai agen antibakteri alami.

Selain itu, jeruk purut juga diketahui membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah melalui kandungan flavonoid dan kalium yang dapat menurunkan tekanan darah. Vitamin C yang tinggi mendukung produksi kolagen, memperkuat sistem imun, dan membantu mencegah penuaan dini. Dalam pengobatan tradisional, jeruk purut kerap digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan, mengatasi bau mulut, serta memberikan efek menenangkan melalui aromaterapi.

Beberapa studi awal bahkan menunjukkan potensi jeruk purut dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, meski temuan ini masih memerlukan uji klinis lanjutan. Kandungan asam sitrat dalam buahnya juga diyakini dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal.









Meski menjanjikan banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan jeruk purut sebagai terapi alternatif tetap harus melalui konsultasi medis. Efektivitas dan keamanan jangka panjangnya masih menjadi fokus penelitian lanjutan. Namun, sebagai bagian dari gaya hidup sehat berbasis bahan alami, jeruk purut menawarkan kombinasi antara khasiat, tradisi, dan potensi ilmiah yang semakin menarik perhatian dunia kesehatan.