Bacatrend, Jambi – Malam itu, di sebuah rumah sederhana di Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, jeritan minta tolong menggema dari dalam kamar mandi.

Fajar Dwi Utami (29), seorang wanita dengan berat badan 130 kilogram, terjatuh saat hendak buang air kecil dan tidak mampu berdiri kembali.

Keluarga yang panik mencoba membantu, tetapi ruang sempit dan kondisi fisik korban membuat upaya itu sia-sia.

Akhirnya, mereka menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, yang segera mengerahkan 15 personel, termasuk 11 anggota Damkar dan 4 tenaga medis PSC 119.









Saat tiba di lokasi, petugas menghadapi tantangan besar: kamar mandi yang sempit, barang-barang yang menghalangi akses, dan kondisi korban yang mulai mengalami sesak napas serta tekanan darah tinggi.

“Begitu tiba di lokasi, kami langsung melakukan evakuasi secara hati-hati. Kondisi ruang yang sempit dan bobot korban menjadi tantangan tersendiri,” ujar Mustari Affandi, Kepala Damkartan Kota Jambi.

Petugas mulai memindahkan barang-barang seperti lemari pakaian, meja, dan mesin cuci untuk membuka ruang gerak. Setelah cukup terbuka, korban diangkat menggunakan tandu sekoci dan dipindahkan ke ruang keluarga untuk pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban mengalami bibir pucat dan tekanan darah tinggi, sehingga tim medis menyarankan agar ia segera dirujuk ke RS Abdul Manap untuk penanganan lebih lanjut.

“Ini bukan hanya sekadar evakuasi biasa. Ini adalah bentuk nyata pelayanan kemanusiaan kami. Damkartan bukan hanya tentang kebakaran, tapi juga tentang membantu sesama dalam kondisi darurat,” tegas Mustari.

Proses penyelamatan berlangsung selama 1 jam 20 menit dan berjalan lancar tanpa adanya korban tambahan maupun cedera pada petugas.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa layanan darurat tidak hanya soal kebakaran, tetapi juga tentang membantu masyarakat dalam situasi tak terduga.

Berkat kerja sama tim Damkar dan tenaga medis, Fajar akhirnya mendapatkan pertolongan yang ia butuhkan.