Bacatrend, Jakarta — Penggunaan minyak goreng dalam aktivitas memasak sehari-hari ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan serius. Sejumlah studi terbaru mengungkap bahwa kandungan kimia dalam minyak goreng, terutama saat dipanaskan berulang kali, dapat memicu pertumbuhan sel kanker dan merusak sistem pernapasan.

Penelitian dari Weill Cornell Medicine menunjukkan bahwa asam linoleat—komponen utama dalam minyak kedelai, jagung, dan bunga matahari—dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker payudara tipe triple-negative. Mekanisme biologisnya melibatkan aktivasi protein FABP5 dan jalur mTORC1 yang berperan dalam proliferasi sel kanker.

Tak hanya itu, pemanasan minyak hingga titik asap menghasilkan senyawa berbahaya seperti formaldehida, akrolein, dan PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons). Zat-zat ini bersifat mutagenik dan karsinogenik, terutama jika dapur tidak memiliki ventilasi yang memadai.

Meta-analisis terhadap 23 studi oleh IPB University juga menguatkan temuan tersebut. Asap minyak goreng terbukti meningkatkan risiko kanker paru pada perempuan, bahkan yang tidak memiliki riwayat merokok. Senyawa seperti trans trans-2,4-decadienal (tt-2,4-DDE) diketahui merusak DNA dan memicu peradangan kronis.









Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa minyak goreng tidak secara langsung menyebabkan kanker. Risiko muncul dari cara penggunaan yang tidak tepat, seperti pemanasan berulang, penggunaan minyak dengan titik asap rendah, dan lingkungan dapur yang tertutup.

Tips Aman Menggunakan Minyak Goreng:

Gunakan minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kelapa atau zaitun untuk memasak ringan.

Hindari penggunaan minyak secara berulang.

Pastikan dapur memiliki ventilasi atau alat penghisap asap.

Pertimbangkan metode memasak alternatif seperti mengukus, merebus, atau memanggang.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat tetap menikmati hidangan gorengan tanpa mengorbankan kesehatan. Edukasi publik mengenai risiko ini menjadi penting untuk mencegah penyakit kronis di masa depan.