Bacatrend, Jakarta — Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) resmi merilis daftar sementara berisi 55 pemain untuk Piala Dunia 2026. Nama Lionel Messi tetap tercantum dalam skuad pilihan pelatih Lionel Scaloni, sementara Paulo Dybala tidak masuk dalam daftar tersebut.

Kehadiran Messi menjadi sorotan utama publik sepak bola dunia. Kapten Inter Miami itu belum memastikan akan tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, namun pemanggilan ini memperkuat indikasi bahwa ia akan menjalani Piala Dunia keenam sekaligus kemungkinan terakhir dalam kariernya. Di usia 38 tahun, Messi masih dianggap sebagai sosok sentral, meski Scaloni disebut mulai menyiapkan perubahan gaya permainan agar Albiceleste tidak terlalu bergantung pada mantan bintang Barcelona tersebut.

Selain Messi, Argentina tetap diperkuat sejumlah nama utama seperti Lautaro Martínez, Julián Álvarez, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Nico Paz. Sementara itu, absennya Dybala menjadi sorotan besar. Penyerang AS Roma tersebut tidak lagi dipanggil sejak 2024 dan kini disebut mulai tersingkir dari proyek jangka panjang Scaloni.

Skuad sementara juga diwarnai kehadiran sejumlah pemain muda dan debutan. Alejandro Garnacho (Chelsea) dan Gianluca Prestianni (Benfica) termasuk di antaranya. Prestianni bahkan menjadi perhatian khusus karena baru saja dijatuhi hukuman larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA akibat tindakan rasial terhadap Vinícius Junior dalam laga Liga Champions melawan Real Madrid.









Scaloni tampak menyiapkan kombinasi antara pemain berpengalaman dan generasi baru. Absennya nama-nama senior seperti Ángel Di María dan Franco Armani yang sudah pensiun dari timnas memberi ruang bagi talenta muda untuk tampil. Atletico Madrid menjadi klub dengan kontribusi terbanyak, menyumbang enam pemain, sementara Premier League menghadirkan sepuluh nama.

Dengan daftar panjang ini, Scaloni memiliki waktu hingga 30 Mei untuk memangkas skuad menjadi 26 pemain final. Publik menunggu apakah Messi benar-benar akan tampil di panggung terbesar dunia untuk terakhir kalinya, sekaligus bagaimana Argentina meramu keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.