Bacatrend, Jakarta — Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan timnya tidak akan terjebak hanya pada ancaman Mohamed Salah dan Omar Marmoush saat menghadapi Mesir di laga Grup B Piala Afrika 2025. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Ardar, Maroko, Jumat malam pukul 22.00 WIB, dan menjadi salah satu duel paling dinanti di fase grup.

Broos menekankan bahwa strategi timnya tidak berpusat pada individu tertentu, melainkan pada kekuatan kolektif. “Kami tidak fokus pada siapa pun. Yang terpenting adalah tim,” ujarnya seperti dikutip ESPN. Pernyataan ini mencerminkan filosofi Broos yang lebih mengutamakan kerja sama tim ketimbang mengisolasi ancaman dari pemain bintang lawan.

Afrika Selatan datang dengan modal positif setelah menaklukkan Angola 2-1 pada laga pembuka. Lyle Foster mencetak gol spektakuler, sementara Tshepang Moremi yang masuk sebagai pemain pengganti mendapat pujian atas kontribusinya. Broos menilai agresivitas dan disiplin menjadi kunci kemenangan timnya, dan hal itu akan kembali diandalkan saat menghadapi Mesir.

Di sisi lain, Mesir tampil dengan skuad bertabur bintang. Mohamed Salah, yang baru saja menghadapi dinamika di klubnya Liverpool, tetap menjadi tumpuan utama. Omar Marmoush juga menunjukkan performa impresif di Premier League dan menjadi salah satu motor serangan Mesir. Pelatih Hossam Hassan disebut akan melakukan rotasi, termasuk kemungkinan memberi kesempatan lebih besar kepada striker Mostafa Mohamed.









Pertemuan ini juga mengingatkan pada momen ikonik Piala Afrika 2019, ketika Afrika Selatan menyingkirkan Mesir di babak 16 besar lewat gol tunggal Thembinkosi Lorch. Kenangan tersebut masih menjadi motivasi besar bagi Bafana Bafana, meski kini hanya kapten Ronwen Williams yang tersisa dari skuad saat itu.

Dengan kondisi ini, laga Afrika Selatan kontra Mesir bukan sekadar duel individu, melainkan pertarungan strategi dan mentalitas. Broos ingin membuktikan bahwa timnya bisa bersaing tanpa harus terobsesi pada nama besar lawan, sementara Mesir berusaha menjaga reputasi sebagai raksasa Afrika dengan mengandalkan kombinasi pengalaman dan kualitas individu.