Bacatrend, Jakarta – Manchester United harus mengakhiri langkahnya di Piala FA 2026 lebih awal setelah ditaklukkan Brighton & Hove Albion dengan skor 1-2 pada putaran ketiga yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu waktu setempat. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Setan Merah gagal menunjukkan dominasi dan harus mengakui keunggulan tim tamu yang tampil lebih efisien dan disiplin sepanjang laga.

Brighton membuka keunggulan lebih dulu melalui Brajan Gruda yang memanfaatkan bola liar di kotak penalti, sebelum mantan pemain MU, Danny Welbeck, menambah penderitaan tuan rumah dengan gol kedua yang tercipta di babak kedua. Welbeck tampil tajam dan menjadi mimpi buruk bagi mantan klubnya, mencetak gol penting yang memperbesar peluang Brighton untuk lolos ke babak selanjutnya.

Manchester United sempat memperkecil ketertinggalan lewat Benjamin Sesko yang mencetak gol balasan di pertengahan babak kedua. Namun, harapan MU untuk menyamakan kedudukan semakin menipis setelah pemain muda Shea Lacey menerima kartu kuning kedua menjelang akhir pertandingan, membuat timnya harus bermain dengan 10 orang. Kartu merah tersebut menjadi pukulan telak bagi MU yang gagal membalikkan keadaan meski sempat menguasai penguasaan bola.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Manchester United di kompetisi domestik, terlebih setelah pergantian pelatih yang belum menunjukkan dampak signifikan. Meski sempat menciptakan peluang melalui Bruno Fernandes dan Diogo Dalot, MU tidak mampu mengonversi dominasi menjadi gol yang cukup untuk menyelamatkan laga. Sebaliknya, Brighton tampil solid dan memanfaatkan celah yang ditinggalkan MU dengan baik.









Dengan hasil ini, Brighton berhak melaju ke babak keempat Piala FA yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang. Sementara itu, Manchester United harus kembali mengevaluasi performa mereka di semua lini, terutama dalam menghadapi tekanan dan menjaga konsistensi di laga-laga penting. Kekalahan di kandang sendiri dari tim yang secara historis berada di bawah mereka menjadi sinyal bahwa MU masih jauh dari performa ideal yang diharapkan para pendukungnya.