Bacatrend, Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan timnya akan memanfaatkan jeda kompetisi BRI Super League selama tiga pekan untuk membenahi mental pemain setelah kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC pada pekan ke-25.

Dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi liga, Sabtu (15/3), Tavares menyebut tidak ingin skuad Bajul Ijo larut dalam kesedihan. “Semua orang merasa sedih, tetapi sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik di masa depan. Kami harus menjadi tim yang lebih baik saat melawan Persita,” ujarnya.

Kekalahan di Samarinda tersebut sempat menyorot bek tengah Persebaya yang terjatuh dalam proses gol keempat lawan. Namun, Tavares menolak anggapan bahwa kesalahan individu menjadi penyebab utama. Ia menilai memojokkan satu pemain hanya akan memperburuk mental tim menjelang laga kandang kontra Persita Tangerang.

Pelatih asal Portugal itu juga membela strategi bermain terbuka yang diterapkan meski berisiko kebobolan banyak gol. Menurutnya, Persebaya tidak akan pernah memilih opsi menyerah di tengah pertandingan.









Persebaya saat ini berada di posisi keenam klasemen sementara dengan 39 poin. Laga melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo pada 4 April 2026 akan menjadi ujian penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim sekaligus menjaga peluang bersaing di papan atas.