Dukung Kreativitas Gen Z, Pemkot Surabaya Siapkan Dana Rp5 Juta per RW
Bacatrend, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya akan mengalokasikan anggaran khusus bagi setiap Rukun Warga (RW) mulai tahun 2026, guna mendukung kegiatan positif dan kreatif yang digagas oleh anak-anak muda. Setiap RW akan menerima dana pembinaan sebesar Rp5 juta per bulan untuk merealisasikan program-program yang diusulkan generasi muda.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan langsung anak-anak muda di berbagai wilayah. “Itu adalah (usulan) Musrenbang permintaan dari anak-anak muda. Permintaan anak-anak muda itu difasilitasi. Dari permintaan anak-anak muda yang ada di Musrenbang, maka kita lakukanlah yang namanya pengakomodiran anggaran,” ujar Eri Cahyadi.
Ia menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen Pemkot untuk memberi ruang bagi generasi muda, khususnya Gen Z, agar dapat menyalurkan ide dan kreativitasnya dalam kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar. “Anak-anak muda ini, Gen Z ini, dia tidak bisa dibuatkan permainan masa lalu seperti engklek. Maka di hari ini apa keinginannya, ketika ada keinginan itu, anak-anak muda bisa mengajukan kepada lurah dan camat. Maka akan dievaluasi kegiatan apa,” jelasnya.
Setiap program yang diajukan harus melalui proses penilaian terbuka oleh lurah, camat, dan pengurus RT/RW. Eri menegaskan bahwa dampak sosial dari kegiatan tersebut menjadi pertimbangan utama. “Setelah disampaikan proposalnya, Lurah, Camat, RT/RW kumpul, sudah benar iki, dampaknya apa program dibuat RW kita. Kalau dampaknya ada, jalan,” ujarnya.
Jenis kegiatan yang diusulkan boleh beragam, selama memberi manfaat nyata bagi anak muda dan masyarakat RW setempat. “Apapun boleh, tapi yang saya bilang adalah program yang bisa memberi manfaat untuk RW-nya, untuk anak muda-anak muda di RW tersebut. Saya ingin itu (program) muncul dari pendapat anak-anak muda,” tegasnya.
Secara teknis, anak-anak muda akan mengajukan proposal kegiatan melalui RT/RW. Proposal tersebut kemudian dibahas bersama lurah dan camat sebelum disetujui. “Jadi setiap bulan (mengajukan) di RT-RW, nanti disampaikan ke Lurah, Camat. RT/RW kumpul sama Lurah dan Camat, (misal) dampaknya (proposal) seperti ini, seperti ini, oke lepas (setujui),” katanya.
Eri berharap program ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kreativitas anak muda sejak dari lingkungan terkecil. “Surabaya ini dibangun oleh kekuatan anak muda, maka dimulailah dari RW-RW itu. Yang tua-tua juga jangan minta menang terus, kita juga harus menyiapkan anak-anak muda. Maka anak-anak muda inilah yang kita fasilitasi,” pungkasnya.











Tinggalkan Balasan